Sungai Penuh, iNBrita.com — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh, dinamika internal partai semakin bergerak. Situasi ini menempatkan Hardizal, S.Sos., M.H., Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh sekaligus Wakil Ketua DPRD Sungai Penuh, sebagai figur utama dalam bursa kepemimpinan partai.
Konsolidasi kader mulai berlangsung, dan sejumlah nama sempat muncul sebagai kandidat. Namun setelah Damrat, anggota DPRD tiga periode, menyatakan tidak akan maju dalam Muscab, persaingan pun mengerucut dan semakin memperkuat posisi Hardizal. Kondisi ini menjadi momentum penting bagi PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh untuk menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi politik ke depan.
Menanggapi perkembangan tersebut, Hardizal menegaskan pentingnya menjalankan Muscab dalam semangat demokrasi. “Inilah berdemokrasi. Siapapun yang terpilih nantinya, dialah pemimpin kita. Setiap kader punya hak untuk maju, dan kita wajib menghormati hak tersebut,” ujarnya saat diminta tanggapan.(23/11)
Hardizal juga menjelaskan bagaimana ia menyikapi peluang untuk kembali memimpin. Ia menyatakan siap jika kader dan PAC masih memberikan kepercayaan. “Kalau PAC dan seluruh kader masih menginginkan saya memimpin, tentu saya siap. Tapi jika tidak, saya tetap menjadi kader partai dan tetap loyal. Yang terpenting adalah kebersamaan dan soliditas partai,” tegasnya.
Sebagai ketua aktif, Hardizal terus mengarahkan konsolidasi internal dan memperkuat struktur organisasi menjelang agenda politik mendatang. Ia berkomitmen menjaga Muscab berjalan kondusif, tanpa friksi, dan tetap mengikuti mekanisme musyawarah serta keputusan final DPP.
Dengan dinamika yang terus bergerak di Kota Sungai Penuh, publik dan kader kini menunggu bagaimana langkah politik Hardizal akan menentukan arah kepemimpinan banteng untuk periode selanjutnya.
(Eni)














