Home / Uncategorized

Sabtu, 13 Desember 2025 - 18:30 WIB

BKSDA Aceh Pastikan Empat Gajah Evakuasi Sehat

Seekor gajah bersama pawang membantu membersihkan puing kayu di kawasan permukiman warga terdampak bencana di Pidie Jaya, Aceh.

Seekor gajah bersama pawang membantu membersihkan puing kayu di kawasan permukiman warga terdampak bencana di Pidie Jaya, Aceh.

Jakarta, iNBrita.com – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memastikan empat gajah yang membantu pemulihan pascabencana di Pidie Jaya, Aceh, berada dalam kondisi sehat dan aman.
Melalui unggahan Instagram @bksda_aceh, BKSDA Aceh menyampaikan bahwa pihaknya telah membawa kembali keempat gajah tersebut ke Pusat Latihan Gajah Saree setelah menyelesaikan tugas.

Tim dokter hewan memeriksa kondisi gajah-gajah itu dan memastikan tidak ada luka, lecet, maupun cedera pada telapak kaki akibat aktivitas evakuasi.

Kritik Publik Terhadap Pelibatan Gajah

Pelibatan gajah bernama Midok, Abu, Aziz, dan Nonik memicu kritik dari berbagai kalangan masyarakat. Sejumlah pihak menilai penggunaan gajah dalam proses evakuasi tidak tepat karena gajah merupakan satwa dilindungi dan bukan alat berat.

Baca juga :   Pemkab Tegur Guru Pandeglang Karaoke Joget di Sekolah

DPR Nilai Bertentangan dengan Prinsip Konservasi

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Daniel Johan, menyampaikan kritik tegas terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai penggunaan gajah untuk membersihkan puing kayu pascabencana berisiko membahayakan keselamatan satwa dan melanggar prinsip konservasi.

Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan alat berat tidak dapat menjadi alasan untuk melibatkan gajah dalam pekerjaan berat.

Baca juga :   AKBP Ramadhanil Resmi Jabat Kapolres Kerinci Hari Ini

BKSDA Klaim Lakukan Survei dan Pengamanan

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei lokasi sebelum menurunkan gajah ke area terdampak bencana. Tim menilai aksesibilitas, keamanan, dan kebutuhan operasional guna memastikan gajah tetap aman dan tidak mengalami stres.

Alasan Kemanusiaan Jadi Pertimbangan

Ujang menegaskan bahwa BKSDA Aceh memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
Ia menyebut pembersihan material pascabencana sebagai salah satu bentuk dukungan nyata kepada warga terdampak.

(VVR*)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Peta lokasi gempa magnitudo 4,7 yang mengguncang Bengkulu Selatan pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Daerah

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Bengkulu Selatan Hari Ini
Petugas keamanan memeriksa puing-puing bangunan SMP Negeri Kiwirok yang terbakar akibat serangan KKB di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Uncategorized

KKB Bakar Lagi Gedung SMP Negeri Kiwirok

Uncategorized

Untuk Memaksimalkan LKPJ Kota Sungai Penuh 2023 DPRD Laksana Studi Banding

Uncategorized

Presiden Prabowo Subianto Resmi Melantik 961 Orang Kepala Daerah
Wali Kota Sungai Penuh dan Wakil Wali Kota menerima kunjungan Dandenpom II/2 Jambi di rumah dinas

Daerah

Sinergi Pemkot Sungai Penuh dan TNI Makin Kuat
Wali Kota Sungai Penuh Alfin berbincang dengan Menteri Pertanian RI dalam Rakor Jambi, mengenakan batik hijau bertema pertanian berkelanjutan.

SUNGAI PENUH

Pemkot Dorong Normalisasi Sungai dan Pembangunan BBI Unggul

Uncategorized

STATUS TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR DIPERPANJANG

Uncategorized

Blokir Sinyal Sistim Dukcapil Kerinci Akan Dibuka, Pelayanan Akan Normal