Jakarta , iNBrita.com – PBB menempatkan Jakarta sebagai kawasan metropolitan terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk. Dhaka menyusul di posisi kedua. Tokyo turun ke peringkat ketiga karena krisis populasi.
Pengamat perkotaan Elisa Sutanudjaja menilai data ini hanya menegaskan kondisi yang sudah terjadi. Ia menyebut masalah Jakarta makin berat, terutama kemacetan, polusi, dan banjir. Koordinasi Jabodetabek yang belum padu ikut memperburuk situasi.
Pemerintah mencoba mengurangi beban Jakarta lewat pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Namun, sejumlah pihak menilai IKN berisiko sepi jika tidak ditopang pertumbuhan ekonomi.
PBB juga mencatat lonjakan urbanisasi global. Pada 2025, 45 persen penduduk dunia hidup di kota. Jumlah megacity mencapai 33, dan 19 di antaranya berada di Asia. Kota seperti Kuala Lumpur dan Addis Ababa diprediksi menyusul pada 2050.
Kepala DESA PBB, Li Junhua, menegaskan bahwa urbanisasi dapat membuka peluang ekonomi dan iklim. Ia mendorong negara menyelaraskan kebijakan perumahan, transportasi, dan layanan publik agar kota berkembang lebih seimbang.
(ES*)














