Jakarta, iNBrita.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026. Analis memperkirakan IHSG akan bergerak menuju kisaran 5.181–5.325. Oleh karena itu, investor perlu mencermati pergerakan pasar dan memilih saham dengan strategi yang tepat.
Pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, IHSG turun 1,22% ke level 5.373. Tekanan jual mendorong indeks melemah hingga mencapai area koreksi yang telah diperkirakan sebelumnya.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan koreksi dalam jangka pendek. Menurut analisisnya, indeks berpotensi menguji level 5.181–5.325 karena masih bergerak dalam wave (iv) dari wave [v].
Meski demikian, IHSG tetap memiliki peluang untuk menguat. Herditya memperkirakan indeks dapat bergerak menuju area 5.460–5.651 jika tekanan jual mereda.
Herditya juga menetapkan level support IHSG pada 5.185 dan 4.915. Sementara itu, ia memproyeksikan level resistance berada di 5.460 dan 5.563.
Senada dengan proyeksi tersebut, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG akan melemah secara terbatas. Perusahaan sekuritas ini menetapkan level support pada 5.185 dan resistance pada 5.590.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di tengah potensi pelemahan IHSG, investor dapat mencermati sejumlah saham pilihan analis. PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan tiga saham, yaitu PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Sementara itu, Herditya Wicaksana memilih empat saham untuk dicermati investor. Keempat saham tersebut meliputi PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Berikut strategi trading dan target harga untuk masing-masing saham berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas.
1. Saham DOOH: Trading Buy
Saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) turun 6,98% ke level 240 pada perdagangan sebelumnya. Tekanan jual turut membayangi pergerakan saham tersebut.
Herditya memperkirakan DOOH sedang membentuk wave 4 dari wave (A). Berdasarkan analisis tersebut, investor dapat mempertimbangkan strategi trading buy pada rentang harga yang telah ditentukan.
- Strategi: Trading Buy
- Area beli: 222–234
- Target harga pertama: 282
- Target harga kedua: 306
- Stop loss: Di bawah 208
2. Saham MBMA: Buy on Weakness
Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 5,85% ke level 354. Pada saat yang sama, tekanan jual masih membayangi pergerakan saham ini.
Herditya memperkirakan MBMA sedang berada dalam wave [iv] dari wave C. Oleh sebab itu, investor dapat mencermati peluang beli ketika harga saham melemah ke area yang direkomendasikan.
- Strategi: Buy on Weakness
- Area beli: 346–354
- Target harga pertama: 408
- Target harga kedua: 434
- Stop loss: Di bawah 324
3. Saham MINA: Buy on Weakness
Saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) turun 4,02% ke level 167. Selain itu, saham ini belum mampu menembus indikator moving average 20 hari (MA20).
Herditya memperkirakan MINA sedang membentuk wave (A) dari wave [B]. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, investor dapat mengamati peluang beli saat harga saham memasuki rentang yang direkomendasikan.
- Strategi: Buy on Weakness
- Area beli: 156–163
- Target harga pertama: 200
- Target harga kedua: 220
- Stop loss: Di bawah 137
4. Saham TLKM: Buy on Weakness
Berbeda dengan ketiga saham sebelumnya, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) justru menguat 0,45% ke level 2.250. Saham ini juga mencatat dominasi volume pembelian.
Herditya memperkirakan TLKM sedang memasuki tahap awal wave A dari wave (A). Berdasarkan proyeksi tersebut, investor dapat mencermati strategi buy on weakness ketika harga bergerak ke area beli yang direkomendasikan.
- Strategi: Buy on Weakness
- Area beli: 1.955–2.140
- Target harga pertama: 2.400
- Target harga kedua: 2.570
- Stop loss: Di bawah 1.900
Pertimbangkan Risiko Sebelum Membeli Saham
Investor perlu mencermati pergerakan IHSG dan menerapkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Selain itu, investor sebaiknya menyesuaikan strategi dengan profil risiko dan tujuan investasinya.
Perlu diingat, rekomendasi teknikal merupakan bahan pertimbangan, bukan jaminan keuntungan. Oleh karena itu, lakukan analisis secara mandiri sebelum membeli atau menjual saham.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Pelajari dan analisis setiap saham sebelum melakukan transaksi. Penulis dan penerbit tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
(vvr*)









