Home / Khasanah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:00 WIB

Iktikaf Tingkatkan Fokus Spiritual di Akhir Ramadan

Ilustrasi itikaf. (Foto: Pexels/Abdullah Ghatasheh)

Ilustrasi itikaf. (Foto: Pexels/Abdullah Ghatasheh)

Iktikaf: Memperkuat Fokus Spiritual di 10 Hari Terakhir Ramadan

Jakarta , iNBrita.comUstaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak hanya menganjurkan iktikaf, tetapi juga rutin melakukannya, sehingga umat dapat meneladani dan memahami makna ibadah ini secara mendalam.

Tujuan Iktikaf

  1. Menahan diri dari urusan duniawi
    Menjelang akhir Ramadan, banyak orang mulai sibuk dengan urusan dunia, seperti mempersiapkan mudik atau kegiatan lainnya. Oleh karena itu, iktikaf membantu mereka meneguhkan fokus pada Allah dan menjauh dari distraksi dunia.

  2. Memanfaatkan momentum iman puncak
    Karena Ramadan meningkatkan kekuatan iman, menjadi cara efektif untuk mempererat hubungan dengan Allah. Dengan demikian, orang bisa memanfaatkan waktu ini secara optimal saat iman berada di puncak.

Baca juga :   Wako Alfin Bahas Ranperda Tata Kelola dan Pelayanan Publik

Amalan Selama Iktikaf

  • Perbanyak salat: Salat menjadi sarana utama membangun koneksi dengan Allah. Selain itu, orang memperpanjang sujud dan berdoa, sambil mencurahkan persoalan kepada-Nya, sehingga hati lebih tenang.

  • Susun program ibadah: Agar waktu  lebih bermanfaat, orang sebaiknya menyusun jadwal ibadah yang teratur. Dengan demikian, mereka bisa menjalankan ibadah secara fokus dan konsisten.

  • Gunakan waktu secara fleksibel: Mereka bisa melakukan  penuh siang-malam, atau memilih hanya malam bagi yang tetap bekerja di siang hari. Dengan cara ini, iktikaf tetap dapat dijalankan tanpa mengganggu tanggung jawab sehari-hari.

  • Kurangi gangguan duniawi: Selain itu, orang dianjurkan menghindari ponsel dan aktivitas yang mengganggu kekhusyukan agar ibadah lebih khusyuk dan bermakna.

Baca juga :   Daftar Operasi yang Ditanggung Program BPJS Kesehatan Nasional

Evaluasi Diri

Selama iktikaf, orang menilai kembali peran mereka dalam keluarga, pasangan, dan pekerjaan. Dengan meninjau hubungan ini, mereka dapat memperbaiki interaksi dengan orang tua atau orang terdekat, sehingga lebih mudah menghadapi kesulitan hidup.

Energi Baru Pasca-Ramadan

Iktikaf memberi energi dan semangat baru. Setelah meninggalkan masjid, orang bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih fokus, sambil menyerahkan persoalan kepada Allah. Dengan begitu, ibadah ini tidak hanya meningkatkan spiritual, tetapi juga memperkuat kesiapan menghadapi kehidupan sehari-hari.

(eny)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Rasulullah SAW membimbing seorang lelaki Anshar untuk bekerja dan keluar dari kemiskinan melalui usaha menjual kayu.

Khasanah

Rasulullah Membimbing Pengemis Bangkit Lewat Kerja dan Usaha

Khasanah

Kuasa Hukum Alfin–Azhar: Optimis Menang Gugatan Ahmadi–Ferri Hanya Curhat
Wamen Haji dan Umrah membuka sertifikasi pembimbing haji di UIN Jakarta.

Khasanah

Sertifikasi Pembimbing Haji UIN Jakarta Tingkat Layanan Nasional

Khasanah

Pemkot Sungai Penuh Peringati Hari Lahir Pancasila

Covid-19

Anggota Komisi lll DPRD Kota Sungai Penuh DPT Asfar Nasir,Terapkan Protokol Kesehatan Saat Lebaran
Lentera menyala dengan latar bulan sabit malam hari sebagai simbol ibadah puasa di bulan Rajab

Khasanah

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026 Lengkap
Ilustrasi seorang Muslim bersedekah setelah salat Subuh di masjid

Khasanah

Sedekah Subuh Dianjurkan Setelah Salat, Ini Penjelasannya
Lampu lentera bercahaya melambangkan keutamaan dan kemuliaan Bulan Rajab dalam Islam

Khasanah

10 Peristiwa Bersejarah di Bulan Rajab dalam Islam