Home / Nasional

Selasa, 30 Desember 2025 - 23:00 WIB

Influenza Subclade K Picu Kekhawatiran Masyarakat Indonesia

lustrasi (Foto: Getty Images/Grafissimo)

lustrasi (Foto: Getty Images/Grafissimo)

Jakarta, iNBrita.com — Publik ramai membicarakan isu influenza A H3N2 varian subclade K belakangan ini. Banyak orang menyebutnya “superflu” karena virus tersebut menyebarkan infeksi lebih cepat dan menyebabkan keluhan yang lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa subclade K merupakan turunan dari virus influenza A H3N2. Dokter spesialis anak konsultan respirologi IDAI menyebut kecepatan penularan menjadi alasan utama munculnya istilah superflu.  Para peneliti masih mengkaji angka penularan pastinya.

Dari sisi pemeriksaan, tenaga medis dapat mendeteksi influenza melalui rapid test menggunakan swab. Namun, pemeriksaan tersebut tidak mampu memastikan apakah pasien terinfeksi H3N2 subclade K. Untuk memastikan varian ini, laboratorium harus melakukan genome sequencing dengan fasilitas khusus. Dokter juga tidak bisa membedakan subclade K hanya dari gejala klinis, karena tampilannya menyerupai influenza pada umumnya.

Baca juga :   Pj. Bupati Merangi Serahkan Sebanyak 1.312 SK PPPK

Dokter spesialis paru dari RS Paru Persahabatan menyampaikan bahwa subclade K sering memicu gejala yang lebih berat. Pasien biasanya mengalami demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius. Selain itu, pasien mengeluh nyeri otot hebat, lemas ekstrem, batuk kering, sakit kepala, serta nyeri tenggorokan. Kondisi ini dinilai lebih berat dibandingkan flu biasa dan COVID-19 yang saat ini umumnya bergejala ringan hingga sedang.

Baca juga :   Monadi Dorong Inovasi Layanan Air Bersih Kerinci

Hingga kini, Kementerian Kesehatan RI belum merilis laporan resmi terkait temuan subclade K di Indonesia. Meski demikian, dokter tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini. Masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, minum cukup, istirahat, dan olahraga teratur. Selain itu, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dan rutin mencuci tangan.  Vaksinasi influenza dan penerapan etika batuk serta bersin dapat membantu menekan risiko penularan.

(eni)

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Evakuasi bus rombongan RS Bina Sehat Jember yang mengalami kecelakaan maut di Probolinggo.

Nasional

Kecelakaan Bus di Probolinggo Tewaskan Karyawan RS Jember

Nasional

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 2025 pada 31 Maret
Jaksa Agung, ST Burhanuddin, Mutasi Pejabat, Rotasi Kejaksaan, Kepala Kejaksaan Negeri, Kajari Baru, Penegakan Hukum, Kejaksaan Indonesia

Nasional

Jaksa Agung Mutasi 43 Kajari di Seluruh Indonesia
Ular piton 7 meter yang sudah mati tergeletak di semak-semak setelah ditebas warga.

Nasional

Petani Tewas Dililit Ular Piton Raksasa di Buton Selatan

Nasional

Mbok Yem Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup.Usia

Nasional

Kurs Rupiah di 5 Bank Besar Hari Ini Jumat 7 Maret 2025
Ilustrasi debt collector mengintimidasi pengendara motor di jalan

Nasional

Polisi Tegaskan Debt Collector Dilarang Tarik Kendaraan

Nasional

Purnawirawan TNI Minta Gibran Dicopot ,Jokowi : Usulan Boleh Saja