Home / Internasional

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:00 WIB

Iran Eksekusi Mati Pria yang Dituduh Mata-mata Israel

Para demonstran menggelar aksi unjuk rasa di Jerman untuk memprotes praktik hukuman mati dengan cara gantung yang dilakukan otoritas Iran terhadap warga yang dituduh melakukan spionase.

Para demonstran menggelar aksi unjuk rasa di Jerman untuk memprotes praktik hukuman mati dengan cara gantung yang dilakukan otoritas Iran terhadap warga yang dituduh melakukan spionase.

Teheran, iNBrita.com — Otoritas Iran kembali mengeksekusi mati seorang pria yang mereka tuduh menjadi mata-mata Israel pada Rabu (28/1) waktu setempat. Otoritas Iran menduga pria warga negara Iran itu menjalin kerja sama intelijen dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Iran telah terlibat perang bayangan dengan Israel selama beberapa dekade. Dalam periode tersebut, pemerintah Iran mengeksekusi banyak orang yang mereka tuduh memiliki hubungan dengan dinas intelijen Israel dan membantu operasi intelijen di wilayah Iran.

Media Mizan, yang berada di bawah otoritas kehakiman Iran, melaporkan peristiwa tersebut dengan mengutip Reuters pada Rabu (28/1/2026). Mizan mengidentifikasi pria yang dieksekusi sebagai Hamidreza Sabet Esmaeilipour.

Baca juga :   10 Februari 2026: Ramalan Shio Bawa Keberuntungan Besar

Pihak berwenang menggantung Esmaeilipour pada Rabu (28/1) setelah Mahkamah Agung Iran menguatkan vonis hukuman mati yang pengadilan jatuhkan kepadanya.

Dalam laporannya, Mizan menjelaskan bahwa aparat keamanan menangkap Esmaeilipour pada 29 April 2025. Pengadilan kemudian menghukumnya mati karena ia melakukan spionase dan kerja sama intelijen untuk kepentingan Mossad. Ia mentransfer dokumen serta informasi rahasia kepada dinas intelijen Israel.

Sejak tahun lalu, pemerintah Iran secara signifikan meningkatkan eksekusi mati terhadap warga negara yang mereka tuduh menjadi mata-mata Israel. Peningkatan ini terjadi setelah Iran dan Israel terlibat perang selama 12 hari. Amerika Serikat ikut terlibat dengan membombardir fasilitas nuklir Iran.

Baca juga :   UEA Tegaskan Larang Serangan Iran dari Wilayahnya

Setelah perang tersebut, pemerintah Iran berjanji akan mempercepat proses persidangan terhadap orang-orang yang mereka tangkap karena dicurigai berkolaborasi dengan Israel.

Iran tidak mengakui Israel dan telah lama menuduh Tel Aviv melakukan sabotase terhadap fasilitas nuklir Iran serta membunuh para ilmuwan nuklirnya.

Pada Oktober tahun lalu, pemerintah Iran memperketat undang-undang dan hukuman bagi orang yang mereka tuduh sebagai mata-mata Israel dan Amerika Serikat. Aturan baru itu memungkinkan negara menyita seluruh aset terpidana dan menjatuhkan hukuman mati. Sebelumnya, undang-undang lama tidak secara khusus menargetkan negara tertentu, dan pengadilan tidak selalu menjatuhkan hukuman mati untuk kasus spionase.

(Tim*)

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

KesaksianGhislaine Maxwell menghadiri acara resmi, sumber AFP

Internasional

Kesaksian Rekan Epstein Segera Digali di Kongres AS
Pierre Kalulu menerima kartu merah dalam laga Juventus vs Inter Milan.

Internasional

Kartu Merah Kalulu Bikin Juventus Kehilangan Poin Penting
Alwi Farhan merayakan kemenangan atas Wang Zhengxing di Indonesia Masters 2026

Internasional

Alwi Farhan Menang Dramatis di Indonesia Masters 2026
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara di podium saat pidato resmi

Internasional

Zelenskyy Siap Bertemu Putin Bahas Perdamaian Ukraina
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan keterangan pers soal kapal Malaysia melewati Selat Hormuz.

Internasional

Iran Izinkan Kapal Malaysia Melewati Selat Hormuz
Gedung Capitol Amerika Serikat dengan kubah putih dan langit biru cerah

Internasional

Trump Serang Venezuela, DPR dan Senator Kritik
Tim SAR mengamati perairan sekitar KM Putri Sakinah yang tenggelam di Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT, Selasa 6 Januari 2026.

Internasional

Jenazah Anak Pelatih Valencia CF Ditemukan SAR
Bendera Iran berkibar dengan latar langit

Internasional

Iran Ancam Serang Pangkalan AS di Timur Tengah