Gaza , iNBrita.com — Israel melancarkan serangan udara ke Gaza, menewaskan 32 warga, termasuk anak-anak dan perempuan, meski gencatan senjata masih berlaku. Badan pertahanan sipil Hamas melaporkan helikopter tempur menghancurkan tenda pengungsi di Khan Younis, Gaza selatan, pada Sabtu (31/1/2026).
Warga Palestina menyebut serangan itu sebagai yang terberat sejak fase kedua gencatan senjata dimulai awal bulan ini. Militer Israel mengaku menyerang sebagai balasan atas dugaan pelanggaran Hamas pada Jumat (30/1).
Target Serangan dan Tanggapan Hamas
IDF menegaskan mereka menyerang “delapan teroris yang muncul dari infrastruktur bawah tanah” di Rafah timur, termasuk empat komandan Hamas serta fasilitas pembuatan senjata. Hamas mengecam aksi Israel dan menuduh pemerintah Israel melanjutkan “genosida brutal” terhadap Gaza.
Tujuh korban berasal dari satu keluarga pengungsi di Khan Younis. Di Kota Gaza, serangan mengenai apartemen dan menewaskan tiga anak serta dua perempuan.
Video dan foto dari berbagai lokasi menunjukkan reruntuhan bangunan dan jenazah diangkat dari lokasi serangan. Serangan ini terjadi menjelang pembukaan kembali perbatasan Rafah dengan Mesir, setelah Israel menemukan jenazah sandera Israel terakhir beberapa hari lalu.
Kecaman Internasional
Mesir mengecam serangan tersebut dan menuntut semua pihak menahan diri. Qatar, mediator utama gencatan senjata, juga mengutuk pelanggaran Israel.
Sejak fase kedua dimulai, Israel menewaskan 509 warga Palestina. Secara keseluruhan, total korban tewas akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023 mencapai lebih dari 71.660 orang.
Pembukaan Terbatas Perbatasan Rafah
Israel membuka sebagian penyeberangan Rafah untuk pergerakan orang, termasuk pasien terluka. Israel memeriksa keamanan setiap individu, sementara Uni Eropa mengawasi proses tersebut.
Mohammed Shamiya, pasien ginjal berusia 33 tahun, berharap bisa melewati Rafah untuk menjalani perawatan dialisis. Rafah tetap menjadi satu-satunya jalur keluar-masuk Gaza .
(vvr)














