Jakarta, iNBrita.com — Kopi bukan sekadar minuman untuk mengusir kantuk di pagi hari. Di balik rasanya yang pahit, kopi menawarkan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk pengaruhnya terhadap metabolisme dan berat badan. Kandungan kafein bekerja sebagai stimulan yang membantu tubuh membakar energi, sehingga kopi sering masuk dalam program diet dan olahraga.
Dikutip dari Healthline (11/7/25), berikut fakta tentang kopi dan penurunan berat badan menurut penelitian:
1. Kopi Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan
Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dapat membantu menurunkan berat badan. Kopi berpotensi mengurangi lemak tubuh dengan memengaruhi metabolisme dan mikrobiota usus.
Studi 2021 menyebut bahwa kafein dan antioksidan dalam kopi dapat menghambat sel penyimpan lemak. Efek antiinflamasi kopi juga menurunkan risiko obesitas dan sindrom metabolik.
Manfaat ini terlihat jika seseorang mengonsumsi kopi cukup banyak, sekitar 3–6 cangkir per hari.
2. Manfaat Jangka Panjang Masih Dipelajari
Efektivitas kopi dalam menurunkan berat badan jangka panjang masih menjadi perdebatan. Studi tahun 2024 merangkum berbagai riset dan menemukan hasil yang berbeda-beda.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dan polifenol dalam kopi mendukung penurunan berat badan, namun studi lain tidak menemukan hubungan langsung antara konsumsi kopi dan bobot tubuh.
Perbedaan ini dipengaruhi pola makan, kebiasaan minum kopi, dosis kafein, dan berat badan peserta. Meski demikian, kopi tetap berpotensi membantu mencegah obesitas pada sebagian orang.
3. Kopi Adalah Stimulan Alami
Kopi mengandung kafein, sehingga berperan sebagai stimulan yang meningkatkan metabolisme dan membuat tubuh lebih segar serta fokus.
Selain kafein, kopi juga mengandung theobromine, theophylline, dan asam klorogenat, yang ikut memengaruhi metabolisme dan memperlambat penyerapan karbohidrat.
Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, zat penyebab kantuk, sehingga tubuh melepaskan dopamin dan norepinefrin yang meningkatkan energi dan kewaspadaan.
4. Kopi Mendukung Performa Olahraga
Studi 2021 menemukan bahwa konsumsi kopi dapat meningkatkan daya tahan dan kemampuan fisik saat berolahraga.
Kopi membantu meningkatkan daya tahan otot, kecepatan gerak, dan kekuatan. Mengonsumsi kafein sebanyak 3–6 mg per kg berat badan terbukti meningkatkan performa, baik bagi atlet maupun orang biasa. Kombinasi olahraga dan pola makan seimbang efektif membantu menurunkan berat badan serta mencegah obesitas.
5. Kopi Meningkatkan Metabolisme Tubuh
Kopi dapat mempercepat laju metabolisme tubuh. Metabolisme saat istirahat (resting metabolic rate) menentukan seberapa cepat tubuh membakar kalori.
Konsumsi kopi dapat meningkatkan metabolisme sebesar 5–20% dan efek ini bertahan hingga tiga jam setelah diminum. Metabolisme yang lebih tinggi membantu tubuh membakar lemak lebih optimal. Namun, hasil maksimal tetap membutuhkan pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin.
(Tim*)














