Home / SUNGAI PENUH

Rabu, 14 Mei 2025 - 23:20 WIB

Kadis PMD, Edri Penta : Targetkan 35 TPS3R Aktif Akhir Tahun 2025

Kepala Dinas PMD, Edri Penta

Kepala Dinas PMD, Edri Penta

Sungai Penuh,inBrita.com –  Dalam upaya percepatan pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh,dan menindak lanjuti instruksi Walikota Alfin, SH.Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus berupaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah di mulai tingkat desa melalui program Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Kepala Dinas PMD, Edri Penta mengatakan,Dinas  PMD mendorong seluruh desa agar bisa mengoperasikan TPS3R secara maksimal.

karena ada 16 desa sudah siap menjalankan TPS3R, walaupun  ada beberapa yang mengalami kerusakan mesin serta tidak berfungsi seperti di Koto Dumo ada alat- alat pada mesin tersebut banyak yang hilang sehingga tidak berfungsi.

Baca juga :   Wako Alfin Apresiasi Ground Breaking SPPG Polres Kerinci

Semua kerusakan sekarang sudah diperbaiki dan TPS3R kembali berfungsi,ditargetkan 35 desa di Sungaipenuh bisa mengoperasikan TPS3R hingga akhir 2025. Selain 16 desa yang telah beroperasi, 8 desa lain akan mulai beroperasi bulan Juli setelah mesin selesai dipasang,delanjutnya, 5 desa lagi akan menyusul beroperasi pada bulan Agustus setelah pembangunan gedung selesai.

Edri Venta menjelaskan Totalnya 29 desa. 6 desa tambahan juga sedang disiapkan lewat anggaran perubahan yang cair bulan Agustus, sehingga target 35 desa bisa tercapai tahun ini.

Terkait tudingan TPS3R tidak beroperasi, Edri membantah. Ia menyebut bahwa sejak awal program dijalankan, TPS3R di 16 desa sudah berjalan, namun sempat terhenti akibat banjir.

Baca juga :   Polres Kerinci Amankan Pengguna Narkoba di Salah Satu Rumah Tim Sukses

“Untuk pengawasan, Dinas PMD membentuk Satgas Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang memantau operasional TPS3R di desa-desa. Setiap desa wajib memberi laporan harian soal pengelolaan sampah”,ujar Edri Venta

Anggaran operasional TPS3R sebesar Rp 57,7 juta per desa per tahun berasal dari dana desa. Dana ini digunakan untuk membayar operator, membeli bahan bakar, memperbaiki mesin, dan lainnya. Gaji operator dinaikkan menjadi Rp 1,3 juta per bulan. Sementara petugas pengambil sampah yang memakai roda tiga dibayar oleh desa dengan dana bantuan Provinsi.

(*)

Berita ini 96 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sekda Alpian membuka Popkot 2025 di GOR Kemenangan bersama peserta dan panitia olahraga pelajar Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Sekda Buka Popkot 2025, Bentuk Karakter Pelajar Juara

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Ajak BKMT Peduli Lingkungan, Serukan Gerakan Anti Sampah.
Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal S.Sos., M.H., memberi klarifikasi soal isu tersebut.

SUNGAI PENUH

Hardizal Tegaskan Anggaran Mobil Dinas Bukan Usulan Baru
Walikota Sungai Penuh Alfin dan Bupati Kerinci Monadi memantau pemberkasan PPPK Paruh Waktu di Polres Kerinci.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Pantau Pemberkasan PPPK, Apresiasi Polres Kerinci
Wali Kota Sungai Penuh menerima penghargaan Aksi Stunting 2025 dari Pemprov Jambi

SUNGAI PENUH

Walikota Sungai Penuh Dua Raih Penghargaan Sekaligus!
Wawako Azhar Hamzah menghadiri perayaan Anniversary ke-25 Sempoa SIP TC Gajah Mada Sumbar-Kerinci bersama tamu undangan.

SUNGAI PENUH

Wawako Azhar Hadiri Anniversary ke-25 Sempoa SIP
Prajurit Satgas TMMD ke-126 mengangkut pasir bersama warga untuk pembangunan RTLH.

SUNGAI PENUH

Keikhlasan Prajurit TMMD ke-126 Bangun RTLH Warga
Wako Alfin menyampaikan sambutan dalam acara STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh, Kamis 10 Juli 2025. Wako Alfin menyampaikan sambutan dalam acara STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh, Kamis 10 Juli 2025.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dukung Transformasi STKIP Jadi Universitas