Komnas PA Dampingi Korban Bullying SMP Jakarta Timur

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelecehan dan perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Ilustrasi pelecehan dan perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Jakarta, iNBrita.com – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) terus mendampingi anak influencer yang mengalami dugaan perundungan dan pelecehan di sebuah SMP negeri di Jakarta Timur, meskipun para pihak telah menyelesaikan kasus tersebut secara damai. Komnas PA meminta pihak sekolah memprioritaskan keamanan dan kenyamanan korban agar anak dapat kembali beraktivitas tanpa rasa takut.

Komnas PA Tekankan Pemulihan Psikis Korban

Wakil Komnas Perlindungan Anak, Hagistio Pradika, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada proses damai semata. Ia menekankan pentingnya pemulihan kondisi psikologis dan mental korban, serta jaminan lingkungan sekolah yang aman.

“Kami tidak berhenti sampai di sini. Kami mengedepankan hak anak, mulai dari pemulihan psikis dan mentalnya. Keamanan dan kenyamanan di sekolah juga sangat penting agar korban tidak merasa tertekan setelah kejadian ini,” ujar Hagistio kepada wartawan di Halim, Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026).

Dinas Pendidikan Diminta Lebih Serius Tangani Bullying

Selain itu, Komnas PA meminta Dinas Pendidikan lebih serius menangani persoalan perundungan di sekolah. Hagistio menilai kasus bullying masih sering terjadi di lingkungan pendidikan, khususnya di Jakarta.

“Atas nama Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta, kami meminta Dinas Pendidikan untuk lebih peduli dan lebih waspada terhadap kasus perundungan yang masih marak. Mari kita bersama-sama mencegah bullying di sekolah,” katanya.

Komnas PA Nilai Kasus Sudah Masuk Tindak Kejahatan

Hagistio juga menegaskan bahwa kasus perundungan di SMP negeri Jakarta Timur tersebut sudah masuk kategori tindak kejahatan, bukan lagi kenakalan remaja.

“Dalam kasus ini, perbuatannya bukan sekadar kenakalan. Pelaku menggunakan bahasa orang dewasa, sehingga kami menilai perbuatan ini sebagai kejahatan, bukan lagi perilaku iseng,” tegasnya.

Kronologi Dugaan Perundungan dan Pelecehan

Sebelumnya, teman sekolahnya di salah satu SMP negeri di Jakarta Timur diduga melakukan pelecehan seksual dan perundungan terhadap siswi berinisial C, anak dari influencer berinisial H.

Mengutip Antara, H menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika seorang siswa berinisial R mengajak C merayakan malam tahun baru bersama. Namun, rencana tersebut tidak terwujud karena C memilih pergi bersama keluarganya ke Yogyakarta.

“Waktu tahun baru, saya sudah punya rencana dan membawa anak saya ke Yogya. Akhirnya anak saya memilih ikut saya. Dia juga belum tahu rencana R,” ujar H, Rabu (21/1).

Dugaan Ancaman dan Perundungan Verbal

H kemudian menerima informasi bahwa R diduga memiliki rencana membius C jika ajakan tersebut terjadi. Selain itu, C juga mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025.

“Anak saya langsung menanyakan gosip itu ke R. R mengaku dan berdalih hanya bercanda. Semua selalu dibungkus dengan alasan bercanda,” katanya.

C juga sempat menegur R karena membahas hal yang tidak pantas tentang kakaknya di sebuah grup percakapan yang berisi puluhan siswa.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam
Polda Bali Tangkap Tujuh Pria Terkait Penyelewengan BBM Subsidi
BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar
Profil Wayan Koster, Gubernur Bali yang Viral Usai Debat di SPBU
Prabowo Reshuffle Kabinet, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik
Kemensos Raih Nilai Sempurna Indeks Reformasi Hukum 2026
Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting
Mutasi Mendadak! Nanang Haryono Kini Jabat Dirpolairud Jambi
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Polda Bali Tangkap Tujuh Pria Terkait Penyelewengan BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Profil Wayan Koster, Gubernur Bali yang Viral Usai Debat di SPBU

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik

Berita Terbaru

Pemilihan Bujang Gadis Kerinci 2026 kembali digelar untuk menjaring generasi muda berbakat.(Foto : Ist)

KERINCI

Pemilihan Bujang Gadis Kerinci 2026 Resmi Kembali Digelar

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:00 WIB

Siti Nurbaya Food, UMKM binaan KAI Divre II Sumbar, meraih penghargaan Terbaik II IHYA 2026 kategori industri makanan halal

Kuliner

Siti Nurbaya Food Sumbar Raih Penghargaan IHYA 2026

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:00 WIB

IHSG anjlok 11,57% di tengah sentimen MSCI, membuka peluang bagi investor untuk memburu saham undervalue dan dividen tinggi.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Anjlok 11,57%, Investor Bidik Saham Dividen Tinggi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, UBS

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:00 WIB

IHSG merosot tajam setelah MSCI membuka konsultasi perubahan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB