Home / Nasional

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:05 WIB

Komnas PA Dampingi Korban Bullying SMP Jakarta Timur

Ilustrasi pelecehan dan perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Ilustrasi pelecehan dan perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Jakarta, iNBrita.comKomisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) terus mendampingi anak influencer yang mengalami dugaan perundungan dan pelecehan di sebuah SMP negeri di Jakarta Timur, meskipun para pihak telah menyelesaikan kasus tersebut secara damai. Komnas PA meminta pihak sekolah memprioritaskan keamanan dan kenyamanan korban agar anak dapat kembali beraktivitas tanpa rasa takut.

Komnas PA Tekankan Pemulihan Psikis Korban

Wakil Komnas Perlindungan Anak, Hagistio Pradika, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada proses damai semata. Ia menekankan pentingnya pemulihan kondisi psikologis dan mental korban, serta jaminan lingkungan sekolah yang aman.

“Kami tidak berhenti sampai di sini. Kami mengedepankan hak anak, mulai dari pemulihan psikis dan mentalnya. Keamanan dan kenyamanan di sekolah juga sangat penting agar korban tidak merasa tertekan setelah kejadian ini,” ujar Hagistio kepada wartawan di Halim, Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026).

Dinas Pendidikan Diminta Lebih Serius Tangani Bullying

Selain itu, Komnas PA meminta Dinas Pendidikan lebih serius menangani persoalan perundungan di sekolah. Hagistio menilai kasus bullying masih sering terjadi di lingkungan pendidikan, khususnya di Jakarta.

Baca juga :   Seorang Perempuan Kerinci Dikejar Beruang di Perjalanan Pulang

“Atas nama Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta, kami meminta Dinas Pendidikan untuk lebih peduli dan lebih waspada terhadap kasus perundungan yang masih marak. Mari kita bersama-sama mencegah bullying di sekolah,” katanya.

Komnas PA Nilai Kasus Sudah Masuk Tindak Kejahatan

Hagistio juga menegaskan bahwa kasus perundungan di SMP negeri Jakarta Timur tersebut sudah masuk kategori tindak kejahatan, bukan lagi kenakalan remaja.

“Dalam kasus ini, perbuatannya bukan sekadar kenakalan. Pelaku menggunakan bahasa orang dewasa, sehingga kami menilai perbuatan ini sebagai kejahatan, bukan lagi perilaku iseng,” tegasnya.

Kronologi Dugaan Perundungan dan Pelecehan

Sebelumnya, teman sekolahnya di salah satu SMP negeri di Jakarta Timur diduga melakukan pelecehan seksual dan perundungan terhadap siswi berinisial C, anak dari influencer berinisial H.

Baca juga :   Prabowo Pimpin Rapat Bahas Program Strategis Nasional

Mengutip Antara, H menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika seorang siswa berinisial R mengajak C merayakan malam tahun baru bersama. Namun, rencana tersebut tidak terwujud karena C memilih pergi bersama keluarganya ke Yogyakarta.

“Waktu tahun baru, saya sudah punya rencana dan membawa anak saya ke Yogya. Akhirnya anak saya memilih ikut saya. Dia juga belum tahu rencana R,” ujar H, Rabu (21/1).

Dugaan Ancaman dan Perundungan Verbal

H kemudian menerima informasi bahwa R diduga memiliki rencana membius C jika ajakan tersebut terjadi. Selain itu, C juga mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025.

“Anak saya langsung menanyakan gosip itu ke R. R mengaku dan berdalih hanya bercanda. Semua selalu dibungkus dengan alasan bercanda,” katanya.

C juga sempat menegur R karena membahas hal yang tidak pantas tentang kakaknya di sebuah grup percakapan yang berisi puluhan siswa.

(Tim*)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menyampaikan jadwal keberangkatan haji 2026 dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di Jakarta.

Nasional

Kemenag Jadwalkan Keberangkatan Haji Mulai April 2026
Tabel penilaian Kemendagri mengenai pengelolaan pengaduan pelayanan publik di Provinsi Jambi, menunjukkan tiga kabupaten berpredikat sedang dan daerah lain tidak dinilai.

Nasional

Ombudsman Minta Kepala Daerah Perkuat Unit Pengaduan
Bupati Pati Sudewo menemui massa aksi di depan Kantor Bupati Pati.

Nasional

Massa Lempar Sandal dan Botol ke Bupati Pati
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan kasus empat prajurit TNI tersangka penyiraman Andrie Yunus.

Nasional

Empat Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus
Ilustrasi grafik IHSG menunjukkan penurunan saham dan tekanan pasar pagi ini di Bursa Efek Indonesia.

Nasional

IHSG Jatuh Tajam, Investor Lepas Saham Besar-besaran
Gedung kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss.

Nasional

Pakar Peringatkan Dampak Setelah AS Keluar WHO

Nasional

PT. Tren Gen Horizon Peluang bagi Pemilik Media Meningkatkan Pendapatan
Konferensi pers Polda Metro Jaya terkait penangkapan pelaku dukun pemalsuan uang di Bogor

Nasional

Polisi Tangkap Dukun Gadungan Pemalsu Uang Bogor