KPK OTT Banten, Oknum Jaksa dan Delapan Diamankan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan pegawai KPP Madya Jakarta Utara.

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan pegawai KPP Madya Jakarta Utara.

Jakarta, iNBrita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Banten pada Rabu (17/12/2025) sore. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sembilan orang, termasuk seorang oknum jaksa.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim awalnya mengamankan lima orang. Namun, setelah melakukan pengembangan, jumlah pihak yang diamankan bertambah menjadi sembilan orang.

“Saat ini tim masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para pihak yang diamankan,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).

Budi menjelaskan, dari sembilan orang tersebut, satu orang merupakan aparat penegak hukum. Delapan lainnya terdiri dari dua penasihat hukum dan enam pihak swasta. Tim KPK mengamankan mereka di wilayah Banten dan Jakarta.

“Kami mengamankan sembilan orang di wilayah Banten dan Jakarta,” katanya.

Hingga kini, KPK belum membeberkan detail kronologi maupun konstruksi perkara. Tim penyidik masih mendalami kasus tersebut dan akan menggelar ekspos perkara sebelum menetapkan status hukum para pihak yang terjaring OTT.

“Terkait detail konstruksi perkara belum bisa kami sampaikan karena masih akan dilakukan gelar perkara,” jelas Budi.

Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai sekitar Rp900 juta.

“Tim mengamankan barang bukti uang tunai sekitar Rp900 juta,” kata Budi.

Ia menegaskan, KPK akan segera menyampaikan perkembangan lanjutan, termasuk kronologi lengkap, konstruksi perkara, serta status hukum para pihak yang diamankan.

Selain itu, KPK telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait keterlibatan oknum jaksa dalam OTT ini. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya koordinasi tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung. Kita tunggu hasilnya,” ujar Fitroh.

Ia meminta publik menunggu pengumuman resmi dari KPK terkait hasil pendalaman kasus OTT tersebut.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei
Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:00 WIB

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Berita Terbaru

Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion. (NASA/Handout via REUTERS)

Teknologi

Bentuk Bumi Berubah Satelit Ungkap Fakta Mengejutkan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 00:00 WIB

Saham SpaceX mengalami penurunan 9 persen meski analis Wall Street menaikkan target harga saham.(Foto : CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk/Dok. Angela Weiss/AFP)

Ekonomi

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.080 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026).

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.080, Dolar AS Makin Perkasa

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:00 WIB

 Pemerintah mengevaluasi penambahan kuota Pertalite akibat lonjakan konsumsi masyarakat.(foto : Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Ekonomi

Pemerintah Kaji Penambahan Kuota Pertalite hingga Akhir 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:00 WIB

Hardizal menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Hardizal Dukung Santri Unggul untuk Indonesia Emas 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:00 WIB