Laba-laba Pemakan Burung Unik Endemik Papua

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laba-laba endemik Papua, Selenocosmia arndsti, dikenal mampu memangsa burung dan kelelawar di habitat aslinya.

Laba-laba endemik Papua, Selenocosmia arndsti, dikenal mampu memangsa burung dan kelelawar di habitat aslinya.

Jayapura, iNBrita.com – Papua menyimpan satwa unik yang jarang ditemukan di dunia, yaitu laba-laba yang bisa memangsa burung. Ya, kamu tidak salah baca. Di wilayah ini, beberapa laba-laba justru memangsa burung dan kelelawar, berbeda dari kebanyakan tempat di mana burung dan kelelawar memakan serangga.

Salah satu spesies yang terkenal adalah Selenocosmia arndsti. Para peneliti menemukan laba-laba ini di Papua dan Papua Nugini. Masyarakat sering menyebutnya laba-laba pemakan burung karena tubuhnya besar dan kemampuannya menjaring burung hingga tidak bisa lepas. Laba-laba ini masuk dalam genus Selenocosmia.

Selain itu, Selenocosmia arndsti juga dikenal sebagai laba-laba bersiul. Ketika merasa terancam, ia mendesis dengan cara menggesekkan bagian setae atau chelicerae sebagai mekanisme pertahanan diri. Ukurannya cukup menakjubkan, dengan rentang kaki hingga 22 cm dan panjang tubuh antara 6 hingga 9 cm. Para ilmuwan biasanya menemukan laba-laba ini tinggal di lubang tanah dengan kelembaban tinggi di dalam hutan Papua.

Baca Juga :  Belanda Negara Teraman Dunia untuk Traveling 2026

Di sarangnya, laba-laba ini berdiam diri dengan tenang dan relatif jinak. Meskipun ia berbisa, racunnya umumnya tidak membahayakan manusia, walau gigitannya bisa menimbulkan rasa sakit dan nyeri.

Baca Juga :  Jalan Bandara Depati Parbo Ganggu Irigasi, Warga Desa Protes

Laba-laba ini aktif memangsa serangga, burung, dan kelelawar. Jaringnya sangat kuat karena kaya protein dari serangga yang menjadi makanannya. Setiap burung atau kelelawar yang terjerat tidak dapat lolos. Laba-laba ini bersabar; ia tidak langsung menyerang mangsanya. Ia menunggu hingga korban melemah, baru kemudian memangsa burung atau kelelawar itu.

Fenomena ini menunjukkan betapa uniknya ekosistem Papua. Laba-laba pemakan burung menjadi salah satu contoh satwa endemik yang memikat sekaligus menegangkan bagi para peneliti dan pengunjung hutan.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Alasan Australia Diakui Sebagai Sebuah Benua
InJourney Airports Hadirkan Hiburan Keluarga Saat Libur Sekolah.
Jepang Siapkan Pajak Baru untuk Wisatawan Asing
Festival Budaya Indonesia yang Lestari dan Mendunia
Batik Air Buka Penerbangan Langsung Jakarta–Muara Bungo
Italia Kuasai Daftar Kedai Kopi Paling Unik Dunia
Pariwisata Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026
Ubud Bali Dari Desa Sunyi Jadi Ikon Dunia
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:00 WIB

Ini Alasan Australia Diakui Sebagai Sebuah Benua

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

InJourney Airports Hadirkan Hiburan Keluarga Saat Libur Sekolah.

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:00 WIB

Jepang Siapkan Pajak Baru untuk Wisatawan Asing

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:00 WIB

Festival Budaya Indonesia yang Lestari dan Mendunia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:00 WIB

Batik Air Buka Penerbangan Langsung Jakarta–Muara Bungo

Berita Terbaru

New Honda Vario 160 Evo 2026 hadir dengan desain sporty dan pilihan warna terbaru.(Foto : kompas.com/adityo)

Teknologi

Honda Vario 160 Evo 2026 Resmi Meluncur Harga Terbaru

Rabu, 24 Jun 2026 - 16:00 WIB

Pergerakan kurs rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini.(Foto : canva.com)

Ekonomi

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah, Cek Nilai Tukar Bank

Rabu, 24 Jun 2026 - 15:00 WIB

Kunjungan TP PKK Provinsi Jambi ke Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

TP PKK Sungai Penuh Dukung Gerakan Jambi Bersholawat

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:00 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan tren penurunan pendanaan inovasi di Asia Tenggara dalam forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) di Jakarta.(Foto: CNN Indonesia/ Loamy Noprizal)

Teknologi

Pendanaan Inovasi Turun, Pemerintah Dorong Investasi Digital

Rabu, 24 Jun 2026 - 12:00 WIB