Padang, iNBrita.com — Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali aktif pada Minggu, 18 Januari 2026, pukul 10.51 WIB. Gunung ini memuntahkan abu vulkanik setinggi sekitar 300 meter dari puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah utara dan timur laut. Petugas Pos Pengamat , Teguh Purnomo, mencatat letusan ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum tujuh milimeter. Letusan berlangsung selama dua menit 25 detik.
Aktivitas Gunung Marapi Awal Januari
Gunung Marapi sudah menunjukkan tanda-tanda erupsi sejak awal Januari 2026. Pada 8 dan 13 Januari, gunung ini meletus tanpa kolom abu terlihat. Sedangkan pada 14 Januari, kolom abu mencapai ketinggian 1,6 kilometer. Aktivitas berulang iniGunung Marapi membuat warga tetap waspada.
Imbauan untuk Warga
Saat ini, berada pada Level II atau waspada. Petugas meminta warga menjauhi radius tiga kilometer dari kawah Mereka juga mengingatkan warga di sekitar lembah dan aliran sungai berhulu di puncak gunung untuk waspada terhadap lahar, terutama saat hujan. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mencegah gangguan kesehatan.
Sejarah Bencana Gunung Marapi
Gunung Marapi pernah menimbulkan bencana besar. Pada 3 Desember 2023, letusan menewaskan 23 pendaki. Pada Mei 2024, lahar menewaskan 60 warga di Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Padang Pariaman. Sejak itu, aktivitas gunung terus dipantau secara ketat oleh petugas.
Waspada Terhadap Aktivitas Selanjutnya
Letusan terbaru menunjukkan kekuatan tetap tinggi. Warga diminta selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. Kesadaran dan kewaspadaan menjadi kunci mengurangi risiko bencana. Setiap perubahan aktivitas gunung bisa terjadi dengan cepat, sehingga persiapan menjadi penting.









