Satpam Medan Dibegal, Ditembak Peluru Masih Bersarang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelaku begal menyerang pengendara motor pada malam hari

Ilustrasi pelaku begal menyerang pengendara motor pada malam hari

Kronologi Pembegalan

Medan, iNBrita.com — Seorang satpam SPPG bernama Guntur Sugoro (41) menjadi korban begal di Jalan Pasaribu, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (11/5) sekitar pukul 23.30 WIB.

Guntur menjelaskan bahwa ia berangkat dari rumahnya di Jalan Masjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, menuju rumah temannya.

“Saya penjaga MBG, baru sekitar dua bulan,” ujar Guntur saat diwawancarai wartawan, Jumat (22/5).

Malam itu, ia hendak meminjam uang Rp200 ribu karena belum menerima gaji.

Diserang dan Ditembak

Di tengah perjalanan, lima orang pelaku memepet Guntur dengan dua sepeda motor dan memaksanya berhenti. Para pelaku langsung membacok punggungnya.

“Mereka menyetop dan memepet saya. Saya sudah merasa akan dibegal, lalu mereka membacok punggung saya,” kata Guntur.

Para pelaku kemudian menembaknya dengan senapan angin rakitan.

“Mereka bilang ‘tembak dia’, lalu saya ditembak di bagian punggung,” lanjutnya.

Baca Juga :  Walikota Sidak Pasar, Stok Aman Harga Terkendali

Guntur melawan dengan menabrak sepeda motor pelaku dan berhasil melarikan diri.

Dilarikan ke Klinik dan Rumah Sakit

Guntur melanjutkan perjalanan ke rumah temannya. Temannya langsung membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Petugas medis kemudian merujuk Guntur ke Rumah Sakit Haji karena peluru masih bersarang di tubuhnya. Namun, ia tidak mendapatkan penanganan lanjutan di sana.

Ia kemudian menuju Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan untuk menjalani operasi. Namun, tenaga medis hanya membersihkan dan membalut lukanya tanpa mengeluarkan peluru.

“Peluru belum diambil. Dokter hanya membalut luka dan memperbolehkan saya pulang,” ujar Guntur.

Peluru Masih Bersarang

Guntur pulang ke rumah dengan kondisi peluru masih berada di dalam tubuhnya. Ia masih merasakan sesak di bagian dada.

“Saya masih sesak karena pelurunya masih ada. Rasanya seperti ada benda di dalam dada,” jelasnya.

Dokter menyebut peluru tersebut berbahan timah dan tidak berbahaya, tetapi tetap menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk mencegah infeksi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Berharap PP3D Berperan Mencerdaskan Masyarakat Dengan Berita Yang Valid

Terkendala Biaya Operasi

Guntur berencana mengeluarkan peluru tersebut. Namun, biaya operasi diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp100 juta.

“Saya ingin mengeluarkannya karena terasa mengganjal, tapi biayanya sangat besar,” kata Guntur.

Dokter meminta Guntur untuk kembali kontrol guna memastikan kondisinya.

Kasus Dilaporkan ke Polisi

Guntur telah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Medan. Kasat Reskrim AKBP Andrian Risky Lubis menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut.

“Sedang kami selidiki,” ujar Andrian.

Pemko Medan Tanggung Biaya Korban Begal

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Medan akan menanggung biaya pengobatan korban kejahatan jalanan melalui Peraturan Wali Kota Nomor 26 Tahun 2026.

“Kami ingin memastikan korban begal mendapatkan perlindungan. Banyak kasus tidak tercover BPJS, поэтому kami tanggung melalui APBD,” jelas Rico.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Mayjen Thalib Hadirkan Layanan Prioritas Rawat Jalan
Pria dari Jawa Pingsan Bawa Uang Mainan Rp230 Juta
Perjuangan Painah, Penjual Daun Pisang Menuju Tanah Suci
Guru Jambi Gagal Umrah Diduga Tertipu Travel Upro
Polisi Tangkap Komplotan Perampok Gudang Smelter Timah
Kebakaran Gudang BBM Ilegal Jambi Polisi Selidiki
Wawako Sungai Penuh Sambut Jamaah Calon Haji
Polresta Padang Tangani Kasus Dugaan Kekerasan Anak
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:00 WIB

RSUD Mayjen Thalib Hadirkan Layanan Prioritas Rawat Jalan

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00 WIB

Satpam Medan Dibegal, Ditembak Peluru Masih Bersarang

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:00 WIB

Pria dari Jawa Pingsan Bawa Uang Mainan Rp230 Juta

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:00 WIB

Perjuangan Painah, Penjual Daun Pisang Menuju Tanah Suci

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:00 WIB

Guru Jambi Gagal Umrah Diduga Tertipu Travel Upro

Berita Terbaru

Ilustrasi Jualan Gorengan. (Foto: AI)

Ekonomi

Usaha Gorengan Pinggir Jalan Masih Laris dan Diminati

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:00 WIB

Poster resmi Pemkot Sungai Penuh yang menampilkan peluncuran layanan prioritas rawat jalan untuk kelompok rentan di RSUD Mayjen H.A. Thalib. (kominfo Kota Sungai Penuh)

Daerah

RSUD Mayjen Thalib Hadirkan Layanan Prioritas Rawat Jalan

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:00 WIB

Ilustrasi pelaku begal menyerang pengendara motor pada malam hari

Daerah

Satpam Medan Dibegal, Ditembak Peluru Masih Bersarang

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00 WIB

BYD Atto 3 terbaru hadir dengan desain lebih modern serta teknologi canggih seperti DiPilot 300 dan Blade Battery generasi kedua.(Foto :carnewschina.com)

Teknologi

BYD Atto 3 Terbaru Hadir Dengan Teknologi Canggih

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00 WIB

Petugas menghitung uang rupiah dan dolar AS, mencerminkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.(fhoto CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ekonomi

Rupiah Melemah Tembus 17.700 Tertekan Dolar AS Kuat

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00 WIB