Penumpang Bus Mendadak Tak Sadarkan Diri
Jambi, iNBrita.com — Seorang penumpang Bus ANS tujuan Kabupaten Bungo mendadak pingsan saat kendaraan yang ditumpanginya melintas di wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Kamis (21/5/2026).
Karena itu, kru bus segera menurunkannya dan membawa korban ke Puskesmas Sungai Rengas agar tenaga medis dapat memberikan pertolongan.
Penemuan Koper Berisi Rp230 Juta
Saat petugas medis menangani korban, mereka menemukan sebuah koper yang berisi tumpukan uang pecahan Rp100 ribu dengan total mencapai Rp230 juta. Temuan tersebut langsung memicu kepanikan warga karena banyak orang menduga uang itu merupakan uang palsu.
Tak berselang lama, kabar penemuan koper berisi uang dalam jumlah besar itu menyebar luas di media sosial dan membuat warga Sungai Rengas heboh.
Kasi Humas Polres Batang Hari, Iptu Simbang Tetap, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pria itu baru melakukan perjalanan dari Jawa dan hendak pulang ke Kabupaten Bungo sebelum akhirnya kehilangan kesadaran di wilayah Sungai Rengas.
“Korban naik Bus ANS dari arah Padang, lalu kru bus menurunkannya di Sungai Rengas karena kondisinya tidak sadar,” ujarnya.
Polisi Pastikan Uang Hanya Mainan
Petugas puskesmas kemudian merasa curiga setelah melihat barang bawaan korban. Mereka pun langsung melaporkan temuan itu kepada anggota Polsek Maro Sebo Ulu.
Setelah menerima laporan tersebut, polisi segera memeriksa koper milik korban. Polisi menemukan banyak lembar uang pecahan Rp100 ribu yang tersusun rapi di dalam koper. Namun setelah meneliti satu per satu, polisi memastikan seluruh uang tersebut hanyalah uang mainan karena setiap lembar memuat tulisan “uang mainan”.
Selain memeriksa koper, polisi juga menemukan KTP milik korban. Setelah itu, polisi langsung menghubungi pihak keluarga untuk memastikan identitas pria tersebut.
Sampai sekarang, korban masih belum bisa memberikan keterangan karena kondisinya lemah. Tim medis kemudian merujuk korban ke RS Hamba Muara Bulian untuk menjalani penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, polisi masih menyelidiki asal-usul uang mainan tersebut. Polisi menduga seseorang kemungkinan telah menipu korban sebelum ia melakukan perjalanan pulang ke Kabupaten Bungo.









