Home / Kesehatan

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:00 WIB

Mata Bisa Jadi Alarm Dini Masalah Ginjal

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/mapo)

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/mapo)

Mata Bisa Menjadi Alarm Dini Masalah Ginjal

Jakarta, iNBrita.com  – Mata dapat memberi sinyal awal ketika ginjal bermasalah. Meskipun banyak orang mengaitkan penyakit ginjal dengan gejala seperti mudah lelah, bengkak, atau perubahan urine, organ ini juga memengaruhi mata.

Ginjal dan mata sama-sama bergantung pada pembuluh darah yang sehat serta keseimbangan cairan tubuh. Ketika ginjal terganggu, mata ikut terpengaruh. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari tanda-tanda awal ini, sehingga gejala sering terlewatkan.

Berikut beberapa gejala mata yang menunjukkan masalah ginjal, seperti dikutip dari Times of India:

1. Mata Tetap Bengkak

Mata sering membengkak setelah kurang tidur atau makan asin. Namun, jika pembengkakan tetap ada sepanjang hari, terutama di kelopak mata, hal ini menunjukkan proteinuria – kebocoran protein ke urine akibat gangguan ginjal. Protein ini menahan cairan di jaringan tubuh, termasuk mata, dan biasanya menyebabkan urine berbusa.

Baca juga :   Buah Penurun Kolesterol Alami untuk Jantung Sehat

2. Penglihatan Kabur atau Ganda

Ketika penglihatan tiba-tiba kabur, sulit fokus, atau tampak ganda, hal ini menandakan kerusakan pembuluh darah kecil di retina, yang dikenal sebagai retinopati akibat hipertensi atau diabetes. Kedua penyakit ini menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, dokter menganjurkan pemeriksaan mata dan fungsi ginjal segera jika mengalami gejala ini.

3. Mata Kering, Gatal, atau Iritasi

Mata yang terasa kering, perih, atau berpasir menunjukkan gangguan ginjal stadium lanjut, terutama pada pasien yang menjalani dialisis. Ketidakseimbangan mineral atau penumpukan limbah dalam darah mengganggu produksi air mata. Jika iritasi muncul tanpa alasan jelas, Anda harus memeriksa kondisi ginjal.

Baca juga :   Rini Widyantini: Sekolah Rakyat Jantung Peningkatan SDM

4. Mata Merah atau Berdarah

Alergi atau kelelahan sering menyebabkan mata merah. Namun, jika mata merah muncul bersamaan dengan hipertensi, diabetes, atau penyakit autoimun seperti nefritis lupus, hal ini menandakan komplikasi serius. Tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah di mata, sedangkan penyakit autoimun memicu peradangan. Jika Anda juga mengalami nyeri sendi, ruam, atau pembengkakan, konsultasikan ke dokter segera.

5. Sulit Membedakan Warna

Jika Anda tiba-tiba sulit membedakan warna, terutama biru dan kuning, ginjal yang tidak berfungsi optimal, hipertensi, atau diabetes dapat memengaruhi saraf optik atau retina. Gejala ini muncul perlahan dan banyak orang sering menyalahartikan sebagai proses penuaan. Karena itu, dokter menganjurkan pemeriksaan segera ketika kemampuan melihat warna berubah.

(eny)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi seorang anak memegang model usus besar.

Kesehatan

Kanker Usus Besar Pada Usia Muda Terus Meningkat
Seorang perempuan mengenakan masker dan selimut sambil memegang minuman hangat saat mengalami gejala flu di rumah.

Kesehatan

Subclade K H3N2 Picu Superflu Lebih Menular Global
Pejabat Kemenkes menjelaskan penerapan label nutri-level pada produk makanan dan minuman di Jakarta.

Kesehatan

Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level pada Produk
Wanita muda berusia 24 tahun menjalani kemoterapi di rumah sakit setelah didiagnosis kanker usus besar stadium tiga.

Kesehatan

Waspadai Sumbatan Usus, Akibat Pola Makan Salah
Petugas kesehatan Indonesia memantau kewaspadaan virus Nipah

Kesehatan

Kemenkes Pastikan Indonesia Masih Bebas Virus Nipah
Seorang perempuan memakai masker sedang batuk sambil memegang dada.

Kesehatan

Dahak Berdarah: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Petugas kesehatan melakukan skrining kanker kolorektal pada warga usia di atas 45 tahun di puskesmas.

Kesehatan

Pemerintah Perluas Skrining Kanker Kolorektal Nasional
Peserta BPJS Kesehatan mengisi skrining kesehatan tahunan melalui aplikasi Mobile JKN

Kesehatan

Mulai 2026, Peserta BPJS Wajib Skrining Kesehatan