Home / International News

Selasa, 30 September 2025 - 19:24 WIB

Mengapa Eropa Berbalik Arah, Akui Palestina dan Kritik Israel

Bendera Palestina berkibar dalam aksi solidaritas mendukung kemerdekaan Palestina di sejumlah negara Eropa.

Bendera Palestina berkibar dalam aksi solidaritas mendukung kemerdekaan Palestina di sejumlah negara Eropa.

Jakarta , iNBrita.com — Negara besar Eropa, Inggris dan Prancis, telah  puluhan tahun menjadi pendukung utama Israel setelah runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah dan berdirinya Israel pada 1948.

Mereka memberi dukungan politik, diplomatik, ekonomi, hingga militer, meski Israel berulang kali melanggar hukum internasional.

Namun, sejak paruh kedua 2025, sikap itu berubah drastis. Sejumlah negara Eropa kini mengkritik kekejaman Israel di Gaza dan sebagian besar sudah mengakui Palestina.

Perubahan kebijakan ini lahir dari tekanan politik domestik. Gelombang aksi massa di berbagai kota Eropa menuntut pemerintah berhenti mendukung Israel.

Tekanan itu menjalar ke parlemen dan elit politik. Akhirnya, pemerintah Eropa goyah dan terpaksa meninjau ulang dukungan mereka.

Baca juga :   Tragedi Ledakan Guncang Fasilitas Industri di Tennessee

Selain itu, sentimen anti-Israel semakin kuat. Pemungutan suara di Majelis Umum PBB menunjukkan mayoritas dunia mendukung Palestina. Eropa tidak ingin terisolasi dari arus besar komunitas internasional.

Faktor Regional

Agresi Israel yang meluas ke Yaman, Lebanon, Suriah, hingga Iran juga memperkuat perubahan sikap Eropa. Puncaknya, serangan Israel ke ibu kota Qatar, Doha, membuat kebijakan Eropa bergeser tajam. Serangan itu bahkan tak bisa dijelaskan oleh sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat.

Baca juga :   Microsoft Blokir Militer Israel Atas Penyalahgunaan Teknologi

Eropa lalu memutuskan menghentikan dukungan militer dan mulai menyiapkan langkah tegas terhadap Tel Aviv untuk menahan ekspansionisme Israel.

Pengakuan Belum Cukup

Meski begitu, pengakuan Eropa terhadap Palestina dianggap belum cukup. Sebagian negara Eropa belum menegaskan pengakuan pada batas wilayah 1967. Mereka dikhawatirkan hanya mengakui Palestina artifisial yang tidak menyelesaikan penderitaan rakyat Gaza.

Pengamat politik Timur Tengah, Ahmad Munji, menilai perubahan sikap Eropa lebih dipicu faktor politik ketimbang kepedulian kemanusiaan.

Ia mengingatkan, jika Uni Eropa tidak mengambil langkah nyata menghentikan genosida Gaza, persatuan benua bisa terancam pecah.

(Vvr)

Berita ini 21 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gereja Santa Rosa de Lima runtuh sebagian akibat gempa Cebu

International News

Gempa Cebu Tewaskan Puluhan Warga, Bangunan Banyak Ambruk
Ruang sidang Majelis Umum PBB kosong setelah ratusan delegasi walk out saat pidato PM Israel Netanyahu

International News

Delegasi PBB Ramai-Ramai Walk Out Saat Netanyahu Ingin Pidato
Menlu Indonesia Sugiono dan Menlu Korea Utara Choe Son Hui bertemu di Pyongyang untuk memperkuat kerja sama bilateral.

International News

Sugiono Kunjungi Pyongyang Perkuat Hubungan RI-Korut
Artefak kuno ditemukan di dasar laut Alexandria, Mesir.

International News

Penyelam Mesir Temukan Artefak Kuno di Canopus
Layar Netflix menampilkan pilihan film dan serial.

International News

Elon Musk Minta Pengikutnya Segera Batalkan Netflix Sekarang
Suporter Arab Saudi mengenakan kaus dan syal hijau mendukung timnya di stadion.

International News

Ada Kejutan, Jika Arab Saudi Berhasil Kalahkan Indonesia
Ledakan besar di pabrik bahan peledak Bucksnort, Tennessee, menyebabkan asap tebal dan kerusakan parah pada bangunan, sementara petugas berusaha memadamkan api serta mengevakuasi korban.

International News

Tragedi Ledakan Guncang Fasilitas Industri di Tennessee
Lionel Messi merayakan gol ke gawang Nashville SC

International News

Messi Cetak Dua Gol, Inter Miami Kalahkan Nashville SC