Home / Kesehatan

Minggu, 25 Januari 2026 - 04:00 WIB

Menkes Wanti-wanti Bahaya Minuman Manis bagi Ginjal

Ilustrasi ginjal manusia yang menunjukkan dampak konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan ginjal.

Ilustrasi ginjal manusia yang menunjukkan dampak konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan ginjal.

Jakarta, iNBrita.comSurvei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa 47,5 persen penduduk berusia 3 tahun ke atas rutin mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari. Selain itu, 43,3 persen masyarakat minum minuman manis satu hingga enam kali dalam seminggu. Sementara itu, 9,2 persen warga mengonsumsinya kurang dari tiga kali dalam sebulan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan kebiasaan ini dapat memicu masalah ginjal. Ia menegaskan bahwa banyak orang tidak menyadari risiko dari konsumsi minuman manis kemasan.

“Minuman kemasan manis apa yang paling sering kamu minum? Hati-hati, kebiasaan ini bisa menyebabkan gagal ginjal. Saat rapat, saya sering melihat minuman kemasan manis yang rata-rata mengandung 20–35 gram gula,” ujar Menkes melalui akun Instagramnya, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga :   Cara Alami Menurunkan Kolesterol dengan Pola Hidup Sehat

Menkes menjelaskan bahwa batas konsumsi gula harian orang dewasa hanya 50 gram per hari. Artinya, satu botol minuman manis kemasan saja sudah memenuhi setengah batas gula harian.

Ia menambahkan bahwa konsumsi tersebut belum memperhitungkan gula dari makanan dan minuman lain sepanjang hari.

Menkes juga menyoroti minuman kemasan yang mengklaim sebagai jus buah, tetapi mengandung gula lebih tinggi daripada kandungan buahnya.

Baca juga :   Lee Zii Jia Tersingkir Cepat pada Swiss Open 2026

Ia menegaskan bahwa kelebihan gula dalam tubuh memicu diabetes.

Menurut Menkes, diabetes sering memicu gangguan ginjal, membuat pasien harus menjalani cuci darah, dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Menkes mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di puskesmas. Petugas kesehatan menyarankan warga berusia 40 tahun ke atas untuk memeriksa gula darah secara rutin.Jika hasil pemeriksaan menunjukkan risiko tinggi, masyarakat dapat langsung menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi ginjal.

(Tim*)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi gula pasir sebagai pemanis alami dalam makanan

Kesehatan

Tagatose, Gula Alami Rendah Kalori Ramah Gula Darah
Kepala BPOM Taruna Ikrar memberikan keterangan terkait temuan kopi ilegal

Kesehatan

BPOM Temukan Kopi Ilegal Mengandung Obat Berbahaya
Banjir dan tanah longsor melanda permukiman di Sumatera, terlihat rumah rusak dan jalan terendam lumpur.

Kesehatan

Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan Terdampak Bencana
Ilustrasi anak muda memegang dada dan merasa sesak napas sebagai tanda serangan jantung

Kesehatan

Mitos Penyakit Jantung yang Perlu Diketahui Generasi Muda
Tzuyang, bintang mukbang Korea Selatan, berpose di Instagram.

Kesehatan

Bintang Mukbang Tzuyang Ungkap Berat dan Kondisi Fisik
Petugas kesehatan melakukan skrining kanker kolorektal pada warga usia di atas 45 tahun di puskesmas.

Kesehatan

Pemerintah Perluas Skrining Kanker Kolorektal Nasional
Gula pasir putih dalam sendok takar dan wadah kecil di atas permukaan meja.

Kesehatan

Hentikan Gula, Tubuh Langsung Mengalami Banyak Perubahan
Orang memeriksa kesehatan jantung, simbol pencegahan serangan jantung pada usia muda.

Kesehatan

Usia Muda Rentan Serangan Jantung, Mulai Hidup Sehat