Jakarta, iNBrita.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat layanan kesehatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tiga tim pendampingan krisis ke masing-masing provinsi. Tim ini bekerja di lapangan untuk memastikan semua layanan medis berjalan cepat dan efektif.
Selain itu, Kemenkes mengaktifkan Klaster Kesehatan dan Health Emergency Center (HEOC) untuk koordinasi dan pemantauan situasi secara real-time. Mereka juga memasang perangkat internet Starlink agar komunikasi tim tetap lancar, terutama di wilayah yang infrastrukturnya terdampak.
Kemenkes menurunkan tiga tim cadangan emergency medical team (EMT) untuk layanan kesehatan esensial. Tim ini memberikan pertolongan medis darurat, termasuk perawatan luka, pengobatan penyakit menular, dan penanganan cedera ringan hingga berat. Mereka juga memberikan konseling psikologis untuk membantu masyarakat terdampak bencana mengatasi stres dan trauma. Agus menyebutkan, “Kami menurunkan EMT PKK Regional Sumbar, EMT PKK Regional Sumut, dan EMT Dinkes Aceh untuk menjangkau seluruh daerah terdampak.”
Di Sumatera Barat, Kemenkes membuka 13 titik layanan bersama organisasi profesi. Tim medis menyediakan pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi psikologi, vaksinasi, serta pendampingan menyusui bagi ibu dan bayi. Layanan ini memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perawatan yang cepat, lengkap, dan terintegrasi.
Untuk penguatan rujukan medis, Kemenkes menyiapkan EMT dari RSUP Adam Malik, RSCM, RSUP M Djamil Padang, dan RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Mereka menugaskan dokter spesialis emergensi, ortopedi, obgyn, anak, anestesi, dokter umum, serta perawat agar layanan tetap optimal.
Agus menegaskan, Kemenkes terus memantau kondisi di lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan siap menambah dukungan bila dibutuhkan. Langkah cepat ini memastikan warga terdampak bencana memperoleh layanan medis dan psikologis yang cepat, aman, dan menyeluruh, sekaligus membantu mempercepat pemulihan komunitas terdampak.
(VVR*)














