Meta Didenda Rp6,3 Triliun Kasus Eksploitasi Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meta didenda Rp6,3 triliun setelah dinyatakan bersalah dalam kasus eksploitasi anak di New Mexico, Amerika Serikat.

Meta didenda Rp6,3 triliun setelah dinyatakan bersalah dalam kasus eksploitasi anak di New Mexico, Amerika Serikat.

Jakarta, iNBrita.comMeta Platforms dinyatakan bersalah oleh juri di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat. Pengadilan mewajibkan perusahaan itu membayar denda sebesar US$375 juta atau sekitar Rp6,3 triliun dalam kasus eksploitasi anak.

Pengadilan menilai Meta menyesatkan pengguna terkait keamanan platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Platform tersebut juga dinilai memfasilitasi eksploitasi seksual anak.

Putusan Bersejarah di Tengah Gelombang Gugatan

Juri menjatuhkan putusan ini sebagai yang pertama dalam gugatan serupa terhadap Meta. Putusan tersebut muncul di tengah banyaknya gugatan lain yang menyoroti dampak platform terhadap kesehatan mental anak muda.

Meta Ajukan Banding dan Klaim Sudah Berupaya

Meta menolak putusan tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding. Juru bicara perusahaan menegaskan bahwa Meta tidak sependapat dengan keputusan juri dan akan menempuh jalur hukum lanjutan.

Meta juga menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya menjaga keamanan pengguna, meski mengakui sulitnya mengidentifikasi serta menghapus pelaku jahat dan konten berbahaya.

Baca Juga :  Safari Ramadhan di Masjid Raya Rawang, Wawako Azhar Hamzah Ajak Masyarakat Terus Pererat Nilai Kebersamaan

Jaksa Sebut Kemenangan bagi Anak dan Keluarga

Jaksa Agung New Mexico, Raúl Torrez, menyebut putusan ini sebagai kemenangan besar bagi anak-anak dan keluarga korban. Ia menilai Meta lebih mengutamakan keuntungan dibanding keselamatan anak.

Torrez menegaskan bahwa denda besar tersebut harus menjadi peringatan bagi perusahaan teknologi besar agar tidak kebal hukum.

Sidang Lanjutan Akan Bahas Perubahan Platform

Pada tahap persidangan berikutnya pada Mei, jaksa akan meminta pengadilan memerintahkan Meta melakukan perubahan pada platformnya. Mereka juga berencana menuntut sanksi finansial tambahan.

Tuduhan: Akses Bebas Predator ke Anak di Bawah Umur

Selama persidangan enam minggu di Santa Fe, jaksa menuduh Meta membiarkan predator seksual mengakses pengguna di bawah umur secara bebas dan menghubungkan mereka dengan korban hingga terjadi pelecehan dan perdagangan manusia.

Pengacara negara bagian, Linda Singer, menyatakan Meta gagal bersikap jujur dan transparan selama satu dekade serta tidak melindungi anak-anak secara memadai.

Baca Juga :  Konsep Inner Courtyard untuk Hunian Sehat dan Nyaman

Pembelaan Meta di Pengadilan

Pengacara Meta, Kevin Huff, membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan Meta telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah konten berbahaya dan tidak secara sengaja menyesatkan publik.

Sorotan Lama dan Ribuan Gugatan Serupa

Dalam beberapa tahun terakhir, Meta terus mendapat sorotan terkait perlindungan anak. Situasi ini memanas setelah kesaksian pelapor internal di Kongres pada 2021 yang menuding Meta mengetahui risiko produknya tetapi tidak bertindak cukup.

Kini, Meta menghadapi ribuan gugatan lain yang menuduh perusahaan sengaja merancang platform agar membuat anak muda kecanduan dan memicu krisis kesehatan mental.

Upaya Perlindungan Hukum Ditolak Hakim

Meta mencoba berlindung di balik kebebasan berekspresi dalam Konstitusi AS serta Pasal 230 Communications Decency Act, yang umumnya melindungi platform dari tanggung jawab atas konten pengguna.

Namun, hakim di New Mexico menolak argumen tersebut, sehingga kasus berlanjut hingga persidangan dan berujung pada putusan bersalah terhadap Meta.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas
Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal
Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia
Spanyol Menang Telak 4-0 atas Arab Saudi
Harga Minyak Dunia Naik Usai Dialog AS-Iran Batal
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:00 WIB

Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal

Berita Terbaru

Ilustrasi game penghasil saldo GoPay.

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026 Cair ke DANA, Begini Caranya

Rabu, 22 Jul 2026 - 01:00 WIB

Bunga Agapanthus bermekaran dengan warna biru ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi Al Haris saat audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI di Jakarta.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Audiensi Percepat Pengukuhan Batas Kawasan Hutan

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Kendaraan mengisi Pertalite di SPBU, seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat harga Pertamax yang bertahan tinggi.(Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Pertama kali dalam sejarah pemenang Piala Dunia 2026 dihadiahi cincin emas (FIFA)

Internasional

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Senin, 20 Jul 2026 - 21:00 WIB