Home / Khasanah

Senin, 5 Januari 2026 - 23:00 WIB

MUI Tetapkan Sepuluh Tanda Aliran Sesat Islam Indonesia

Ilustrasi aliran sesat yang menggambarkan penyimpangan ajaran dari Al-Qur’an dan sunnah menurut kriteria Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ilustrasi aliran sesat yang menggambarkan penyimpangan ajaran dari Al-Qur’an dan sunnah menurut kriteria Majelis Ulama Indonesia (MUI).

HJakarta, iNBrita.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan sejumlah kriteria aliran sesat sebagai pedoman bagi umat Islam agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyimpang. MUI menyusun kriteria tersebut berdasarkan rujukan Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad SAW, serta kajian para ulama yang berlandaskan disiplin ilmu fikih dalam merespons berbagai fenomena keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui pedoman ini, MUI mendorong umat Islam untuk bersikap waspada, kritis, dan bijak dalam menyikapi berbagai ajaran atau kelompok keagamaan yang muncul.

Apa Itu Aliran Sesat?

Buku Multikulturalisme dalam Pendidikan Agama Islam: Analisis Pemikiran Dosen PAI di Perguruan Tinggi Umum karya Abdullah Wali menjelaskan bahwa aliran sesat merupakan kelompok atau gerakan keagamaan yang menyimpang dari ajaran agama yang benar, baik dalam aspek pemahaman ajaran maupun dalam pelaksanaan ibadah.

Penyimpangan tersebut membuat ajaran yang disampaikan tidak lagi sejalan dengan prinsip dasar Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah. Dalam Islam, penyimpangan akidah dipandang sebagai persoalan serius karena dapat merusak keyakinan individu dan mengganggu tatanan sosial umat.

Allah SWT menegaskan perintah untuk tetap berada di jalan yang lurus dalam firman-Nya:

وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ ۚوَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Baca juga :   Pasca Longsor, Jalan Bangko - Jangkat Kembali Normal

Artinya: Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah. Jangan kamu mengikuti jalan-jalan lain yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al-An’am: 153)

Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya berpegang pada pedoman yang benar melalui sabdanya:

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan pernah tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah Nabi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Tanda-Tanda Aliran Sesat Menurut MUI

Berdasarkan prinsip tersebut, MUI merumuskan 10 tanda aliran sesat yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menilai suatu paham atau kelompok keagamaan. Tanda-tanda tersebut meliputi:

  1. Mengingkari salah satu rukun iman atau rukun Islam

  2. Meyakini akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i

  3. Mempercayai adanya wahyu yang turun setelah Al-Qur’an

  4. Mengingkari kebenaran dan keaslian Al-Qur’an

  5. Menafsirkan Al-Qur’an tanpa mengikuti kaidah tafsir yang benar

  6. Menolak hadits sebagai sumber ajaran Islam

  7. Melecehkan atau mendustakan Nabi Muhammad SAW

  8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir

  9. Mengurangi atau menambah pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat

  10. Mengkafirkan sesama muslim hanya karena berbeda kelompok

Baca juga :   Bahu Jalan Longsor di Penghubung Trans Sungai Beremas – Koto Tengah

MUI menegaskan bahwa keberadaan satu atau beberapa tanda tersebut sudah cukup menjadi peringatan serius bagi umat Islam untuk berhati-hati.

Perintah Menghindari Kesesatan

Allah SWT juga mengingatkan bahaya kesesatan dalam firman-Nya:

مَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَادِيَ لَهٗ ۖوَيَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

Artinya: Siapa saja yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk, dan Dia membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan. (QS. Al-A’raf: 186)

Tafsir Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa ayat tersebut menggambarkan kondisi orang-orang yang enggan berpegang pada Al-Qur’an dan mengabaikan penjelasan Rasulullah SAW. Kesesatan terjadi karena sikap menolak petunjuk, kerasnya hati, serta keengganan memanfaatkan hidayah yang telah Allah berikan.

Ketika Allah membiarkan seseorang berada dalam kesesatan akibat pilihannya sendiri, maka tidak ada satu pun pihak yang mampu memberinya petunjuk. Mereka akan terus berada dalam kebingungan dan kehilangan arah dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.

Melalui penetapan kriteria aliran sesat ini, MUI mengajak umat Islam untuk memperkuat akidah, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman utama. Sikap kritis, waspada, dan tidak mudah terpengaruh menjadi kunci agar umat tetap berada di jalan yang lurus.

(Ven*)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi seorang Muslim bersedekah setelah salat Subuh di masjid

Khasanah

Sedekah Subuh Dianjurkan Setelah Salat, Ini Penjelasannya
Hujan turun sebagai rahmat Allah SWT dan waktu mustajab berdoa menurut Islam

Khasanah

Hujan dalam Islam Rahmat Allah dan Waktu Mustajab
Ilustrasi tempat tidur rapi sebagai sarana istirahat malam hari

Khasanah

Adab Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Khasanah

Pemkot Tandatangani Komitmen Bersama Intervensi Penurunan Stunting 2024
Abun Abu Bakr, petugas kebersihan di Masjidil Haram, memberikan sajadah kepada jemaah dengan senyum tulus

Khasanah

Petugas Kebersihan Makkah Berbagi Sajadah Tulus
Lentera bercahaya dan kurma sebagai simbol puasa sunnah di bulan Rajab

Khasanah

Keutamaan Puasa Rajab, Hukum, Jadwal, dan Niat
Potret ilustrasi An-Nu'man bin Muqarrin sebagai panglima Muslim yang gagah dan pemberani.

Khasanah

An-Nu’man bin Muqarrin: Panglima Gagah Pembela Islam
Wamen Haji dan Umrah membuka sertifikasi pembimbing haji di UIN Jakarta.

Khasanah

Sertifikasi Pembimbing Haji UIN Jakarta Tingkat Layanan Nasional