Home / Khasanah

Jumat, 27 Maret 2026 - 03:00 WIB

Nusaibah Binti Kaab Perisai Rasulullah di Perang Uhud

Ilustrasi keberanian Nusaibah binti Ka'ab saat menghadapi musuh di Perang Uhud.

Ilustrasi keberanian Nusaibah binti Ka'ab saat menghadapi musuh di Perang Uhud.

Perempuan Tangguh di Medan Perang Uhud

Jakarta, iNBrita.com — Sekitar 14 abad silam, di tengah panasnya Perang Uhud, seorang perempuan tangguh mengukir sejarah keberanian. Dia adalah Nusaibah binti Ka’ab, yang dikenal sebagai Ummu Imarah.

Pada awalnya, Nusaibah datang bukan untuk bertempur. Ia membantu pasukan Muslim dengan memberi minum dan merawat prajurit yang terluka. Namun kemudian, kondisi medan perang berubah drastis dan mengancam keselamatan Nabi Muhammad.

Berani Angkat Senjata Demi Rasulullah

Melihat situasi itu, Nusaibah segera mengambil tindakan. Ia meraih senjata, mengikat pakaiannya agar leluasa bergerak, lalu maju ke garis depan. Ia secara langsung menghadang serangan musuh demi melindungi Rasulullah.

Dalam pertempuran sengit tersebut, Nusaibah bertarung tanpa gentar. Ia menerima banyak luka akibat serangan bertubi-tubi. Tercatat, ia mengalami hingga 13 luka di tubuhnya. Selain itu, Ibnu Qam’ah melancarkan serangan keras yang menyebabkan luka paling parah saat mencoba membunuh Rasulullah.

Meski mengalami luka berat, Nusaibah tidak mundur. Ia mengikat luka di tengkuknya dengan kain, lalu kembali berdiri dan terus melindungi Rasulullah tanpa memedulikan rasa sakit.

Pujian Langsung dari Rasulullah

Sementara itu, keberanian Nusaibah menarik perhatian Rasulullah.

Aksi heroik tersebut mengangkat nama Nusaibah sebagai “Perisai Rasulullah”. Ia menjadi satu-satunya perempuan yang turun langsung bertempur untuk membela Nabi dalam peristiwa itu.

Lanjutan Peristiwa Setelah Uhud

Peristiwa Perang Uhud berlangsung pada bulan Syawal tahun ketiga Hijriah. Setelah itu, kaum musyrik merencanakan serangan lanjutan pada tahun berikutnya. Namun, mereka membatalkan rencana tersebut. Kemudian, pada tahun kelima Hijriah, mereka kembali menyerang dalam pertempuan besar yang dikenal sebagai Perang Khandaq.

Dengan demikian, kisah Nusaibah binti Ka’ab menunjukkan keberanian nyata di medan perang. Ia membuktikan bahwa iman yang kuat mampu mendorong seseorang bertindak tegas, bahkan dalam situasi paling berbahaya sekalipun.

(eny)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Kodim 0417 Kerinci Menggelar Kegiatan Bakti Sosial di Panti Asuhan
Potret ilustrasi An-Nu'man bin Muqarrin sebagai panglima Muslim yang gagah dan pemberani.

Khasanah

An-Nu’man bin Muqarrin: Panglima Gagah Pembela Islam
Ilustrasi perayaan tahun baru dengan tulisan “New Year” dan ornamen hias berwarna emas di tangan

Khasanah

Hukum Ucapan Selamat Tahun Baru Menurut Islam

Khasanah

Trump Pertimbangkan Nasib TikTok, Keputusan dalam 30 Hari
Masjid Mir Mahmood Shah di Hyderabad, masjid terkecil di dunia

Khasanah

Masjid Mir Mahmood Shah, Masjid Terkecil di India
Foto sekelompok kurma berwarna cokelat keemasan yang terlihat matang, tersusun berdekatan dalam wadah.

Internasional

Dugaan Label Palsu Kurma Israel Picu Perhatian Konsumen
Ilustrasi tempat tidur rapi sebagai sarana istirahat malam hari

Khasanah

Adab Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Jamaah memberi makan burung merpati di depan Masjid Quba, Madinah.

Khasanah

Madinah Menjadi Destinasi Wisata Religi Paling Diminati Dunia