Jakarta, iNBrita.com – An-Nu’man bin Muqarrin al-Muzani dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW yang berani dan tegas membela Islam. Ia memeluk Islam setelah Perang Uhud dan langsung menunjukkan keteguhan iman di tengah tekanan besar.
An-Nu’man berasal dari Bani Muzainah. Setelah mendengar dakwah Rasulullah, ia bersama sembilan saudaranya menyatakan keislaman dengan tulus. Sejak itu, ia berjuang mendampingi Nabi SAW dalam seluruh peperangan.
Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, An-Nu’man memimpin kaumnya untuk bertemu Nabi dan memeluk Islam. Allah memuji ketulusan mereka dalam Surah At-Taubah ayat 99. Keberaniannya membuat ia dikenal sebagai pemimpin yang dicintai Rasulullah.
Pada masa Abu Bakar, An-Nu’man memerangi kelompok yang murtad. Di masa Umar bin Khattab, ia dipercaya memimpin berbagai pasukan besar, termasuk menghadapi Persia.
Pada Perang Nahawand, Umar mengangkatnya sebagai panglima utama. Ia memimpin strategi yang berhasil menaklukkan Persia dalam pertempuran besar yang dikenal sebagai al-Fath al-A‘zham. Namun, ia gugur syahid setelah kudanya tergelincir.
Kabar syahidnya membuat Umar menangis. Umar menilai An-Nu’man sebagai panglima terbaik yang wafat dengan kemuliaan. Kisahnya menjadi teladan tentang iman, keberanian, dan pengabdian tanpa pamrih di jalan Allah.
(VVR*)








