Okultasi Asteroid Strenua Hiasi Langit Indonesia Akhir April

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi okultasi asteroid Strenua saat melintas dan menutupi cahaya bintang

Ilustrasi okultasi asteroid Strenua saat melintas dan menutupi cahaya bintang

Jakarta, iNBrita.comFenomena astronomi langka akan menghiasi langit malam pada akhir April 2026. Fenomena tersebut berupa “gerhana” bintang atau okultasi asteroid.

Waktu dan Lokasi Pengamatan

Observatorium Bosscha mengumumkan bahwa peristiwa ini akan terjadi pada Minggu malam (26/4) sekitar pukul 19.41 WIB. Bosscha juga memastikan masyarakat di Indonesia dapat mengamati fenomena ini.

Apa Itu Okultasi Asteroid?

Melalui laman resminya, Bosscha menjelaskan bahwa okultasi terjadi ketika satu objek langit menutupi objek langit lain yang tampak lebih kecil dari sudut pandang pengamat di Bumi. Dalam peristiwa ini, asteroid akan menutupi cahaya sebuah bintang.

Banyak orang menyebut fenomena ini sebagai “gerhana” bintang karena tampilannya mirip gerhana. Namun, peristiwa ini berbeda dari gerhana Matahari atau Bulan. Cahaya bintang hanya meredup selama beberapa detik, tetapi peristiwa ini memiliki nilai ilmiah yang tinggi.

Baca Juga :  BNN Tangkap Dewi Astutik, Buronan Narkoba Internasional

Asteroid Strenua dan Bintang Target

Pada kejadian kali ini, asteroid (1201) Strenua akan melintas di depan bintang HIP 35933 (HD 58050). Perlintasan tersebut membuat cahaya bintang tampak meredup atau bahkan menghilang sesaat.

Bosscha menjelaskan bahwa asteroid (1201) Strenua melintas di depan bintang HIP 35933 dan menutupi cahayanya selama beberapa detik.

Para ilmuwan mengklasifikasikan Strenua sebagai asteroid sabuk utama yang mengorbit Matahari di antara Mars dan Jupiter. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asteroid ini berukuran puluhan kilometer dan tampak relatif redup.

Pentingnya Pengamatan Ilmiah

Karena itu, para peneliti memanfaatkan metode okultasi sebagai cara efektif untuk meningkatkan akurasi data tentang bentuk dan dimensi asteroid tersebut.

Kampanye Nasional Pengamatan

Untuk mendukung pengamatan, Observatorium Bosscha menginisiasi Kampanye Nasional Pengamatan Fenomena Langit Langka Okultasi Asteroid Strenua. Kampanye ini melibatkan 44 titik pengamatan dari 34 institusi, komunitas, dan kontributor individu di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Rahasia Merawat Tanaman Begonia Agar Cepat Berbunga

Kolaborasi ini menjadi salah satu kegiatan pengamatan astronomi berbasis publik terbesar di Indonesia.

Lokasi Strategis Pengamatan

Bosscha juga menerjunkan empat tim pengamat ke beberapa lokasi, yaitu Lembang (Observatorium Bosscha dan Jayagiri), Ciater (Subang), serta Kupang (Nusa Tenggara Timur).

Tim memilih Kupang sebagai lokasi strategis karena kondisi cuacanya cenderung lebih baik, sehingga peluang keberhasilan pengamatan lebih tinggi.

Manfaat Data Pengamatan

Dengan menggabungkan data dari berbagai lokasi, para peneliti dapat merekonstruksi lintasan bayangan asteroid. Cara ini membantu mereka memperoleh informasi tentang ukuran, bentuk, dan karakteristik fisik asteroid dengan tingkat ketelitian tinggi.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peluang Usaha Sosis Bakar Depan Rumah
Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Olahraga Tahun 2026
Pedagang Tahu Bulat Diduga Peleceh Anak Jakarta
Perundungan Remaja Ancam Kesehatan Mental Serius Indonesia
Waspada Penipuan Undian Dompet Digital Berkedok Hadiah
Fenomena Benda Langit Depok Ramai Dibahas Warganet
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Kerinci dan Sungai Penuh
Gerhana Bulan Total Warnai Langit Indonesia 7 September
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:00 WIB

Peluang Usaha Sosis Bakar Depan Rumah

Jumat, 24 April 2026 - 17:00 WIB

Okultasi Asteroid Strenua Hiasi Langit Indonesia Akhir April

Kamis, 23 April 2026 - 22:00 WIB

Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Olahraga Tahun 2026

Rabu, 31 Desember 2025 - 00:05 WIB

Pedagang Tahu Bulat Diduga Peleceh Anak Jakarta

Selasa, 30 Desember 2025 - 07:00 WIB

Perundungan Remaja Ancam Kesehatan Mental Serius Indonesia

Berita Terbaru

Harga emas Antam hari ini naik tipis menjadi Rp2.733.000 per gram pada 17 Juni 2026.(Foto: Robert Lens/Pexels


Baca artikel detikfinance,

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Menguat Tipis Terbaru 2026

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:00 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan eksekusi pengosongan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK pada Kamis (18/6/2026). (Dok: PPKGBK)

Nasional

Hotel Sultan Dieksekusi Besok, PPKGBK Tutup Akses GBK

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.M., menghadiri Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Pawai Obor 1 Muharram

Selasa, 16 Jun 2026 - 19:00 WIB

Wako Alfin melepas ribuan peserta Pawai Obor 1 Muharam 1448 H di Sungai Penuh. ( Foto Pemkot)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Ajak Bangun Generasi Qurani Sambut 1 Muharam

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:00 WIB

Foto Ilustrasi (Pexels)

Ekonomi

Harga Pertalite Rp18.040, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:00 WIB