Gerhana Bulan Total Warnai Langit Indonesia 7 September

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 September 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gerhana Bulan Total atau Blood Moon yang akan terlihat di langit Indonesia pada 7 September 2025.

Ilustrasi Gerhana Bulan Total atau Blood Moon yang akan terlihat di langit Indonesia pada 7 September 2025.

Jakarta, iNBrita.com – Fenomena langka Gerhana Bulan Total atau Blood Moon akan menghiasi langit Indonesia pada 7–8 September 2025 mendatang.

Fenomena ini terjadi saat Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari terhalang dan hanya menyisakan cahaya merah yang membuat Bulan tampak seperti darah.

Peristiwa ini hanya bisa terjadi ketika Bulan berada dalam fase purnama dengan posisi segaris sempurna bersama Matahari dan Bumi.

Observatorium Bosscha menjelaskan, Blood Moon dapat diamati langsung dari berbagai wilayah Indonesia. “Pada 7–8 September 2025.

langit Indonesia akan menyuguhkan pemandangan langka . Gerhana Bulan Total, atau yang sering disebut Blood Moon,” tulis Bosscha melalui akun Instagram, Selasa (12/8).

Sebelum mencapai puncak, Bulan akan melewati beberapa fase. Pertama, gerhana penumbra saat bayangan luar Bumi menutupi Bulan. Lalu gerhana parsial ketika sebagian Bulan masuk ke umbra. Puncaknya, seluruh Bulan tertutup umbra sehingga tampak merah darah.

Fenomena ini akan berlangsung mulai 7 September pukul 22.28 WIB dan berakhir pada 8 September pukul 03.55 WIB dengan rincian waktu sebagai berikut:

22.28 WIB: Mulai penumbra

23.35 WIB: Awal gerhana sebagian

01.11 WIB: Totalitas dimulai

02.33 WIB: Totalitas berakhir

03.39 WIB: Gerhana sebagian berakhir

03.55 WIB: Penumbra selesai

Untuk menyaksikan dengan jelas, masyarakat cukup mencari lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya. Penggunaan teleskop akan membuat pengalaman lebih berkesan. Setelah momen ini, Gerhana Bulan Total baru akan kembali terlihat dari Indonesia pada tahun 2033. (*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peluang Usaha Sosis Bakar Depan Rumah
Okultasi Asteroid Strenua Hiasi Langit Indonesia Akhir April
Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Olahraga Tahun 2026
Pedagang Tahu Bulat Diduga Peleceh Anak Jakarta
Perundungan Remaja Ancam Kesehatan Mental Serius Indonesia
Waspada Penipuan Undian Dompet Digital Berkedok Hadiah
Fenomena Benda Langit Depok Ramai Dibahas Warganet
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Kerinci dan Sungai Penuh
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:00 WIB

Peluang Usaha Sosis Bakar Depan Rumah

Jumat, 24 April 2026 - 17:00 WIB

Okultasi Asteroid Strenua Hiasi Langit Indonesia Akhir April

Kamis, 23 April 2026 - 22:00 WIB

Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Olahraga Tahun 2026

Rabu, 31 Desember 2025 - 00:05 WIB

Pedagang Tahu Bulat Diduga Peleceh Anak Jakarta

Selasa, 30 Desember 2025 - 07:00 WIB

Perundungan Remaja Ancam Kesehatan Mental Serius Indonesia

Berita Terbaru

Foto sertifikat tanah milik almarhumah Sri Anteng Rahayu .

SUNGAI PENUH

Sertifikat Tanah Hilang, Khatmi Berharap Penemu Mengembalikan

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

 Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Ambruk 10,76%

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB

BEI menyiapkan klarifikasi dengan MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.(Foto : liputan6.com)

Ekonomi

BEI Tanggapi MSCI, Investor Cermati Perubahan Status Pasar

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi warga menggunakan masker di tengah kabut asap akibat karhutla.( Foto AI Inbrita)

Kesehatan

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:00 WIB