Jakarta, iNBrita.com – Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyatakan bahwa tim terus melakukan pencarian korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa operasi pencarian tidak akan dihentikan sebelum dinilai benar-benar tidak efektif. “Tim SAR akan terus bekerja hingga kami menerima keputusan bahwa pencarian ini sudah tidak lagi efektif,” ujar Syafii dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Kondisi Korban Sulit Diidentifikasi
Syafii menjelaskan bahwa banyak korban ditemukan dalam kondisi tubuh yang berubah akibat lama tertimbun lumpur. Evakuasi tidak memungkinkan identifikasi langsung sehingga seluruh temuan diserahkan kepada DVI Polri. Ia menyebut proses identifikasi memerlukan waktu panjang karena kondisi jasad yang rusak.
Lumpur Mengeras Hambat Proses Evakuasi
Basarnas menghadapi berbagai kendala di lapangan. Salah satunya adalah kondisi lumpur yang awalnya cair kini mulai mengeras, sehingga menyulitkan tim gabungan menemukan korban yang tertimbun. Luasnya wilayah terdampak dan bekas banjir bandang bercampur lumpur membuat pencarian semakin berat.
K-9 Dikerahkan untuk Mempercepat Temuan
Untuk memperkuat operasi, Basarnas mengerahkan anjing pelacak K-9 dari Polri dan TNI serta unsur potensi lainnya. Kehadiran K-9 diharapkan membantu mendeteksi lokasi korban dengan lebih cepat di area yang sulit dijangkau.
Dua Anjing K-9 Gugur Akibat Dehidrasi
Namun, beberapa anjing pelacak ikut menjadi korban. Cuaca panas ekstrem beberapa hari terakhir menyebabkan dehidrasi pada hewan yang bertugas. Syafii menyebut hingga hari ini dua ekor anjing K-9 dilaporkan gugur saat menjalankan misi.
Data Terbaru: 974 Meninggal, 298 Hilang
Hingga pukul 08.00 pagi, tercatat 974 orang meninggal dunia dan 298 masih hilang. Basarnas menjelaskan perbedaan antara data awal dan data terbaru terjadi karena sejumlah korban ditemukan melintasi batas kabupaten sehingga pencatatan dilakukan oleh wilayah berbeda.
(VVR*)














