Perang Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Plastik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Shutterstock/

Foto: Shutterstock/

Jakarta, iNBrita.com  – Perang di Timur Tengah yang terus berlangsung mendorong kenaikan harga produk berbahan plastik. Ahli memperingatkan konsumen bahwa alat makan sekali pakai, minuman kemasan, dan kantong sampah akan naik harga dalam beberapa minggu mendatang.

Plastik sebagian besar berasal dari minyak bumi, yang harganya melonjak lebih dari 40% sejak awal konflik. Patrick Penfield, profesor rantai pasokan di Universitas Syracuse, menyebut biaya pengemasan yang meningkat akan mendorong harga makanan naik dalam dua hingga empat bulan. Di industri otomotif, yang menggunakan plastik hanya sebagai salah satu komponen, harga baru akan meningkat dalam waktu kurang dari setahun.

Baca Juga :  Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur

Ancaman Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz membuat harga minyak dan gas alam melambung. Selat ini menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.

Timur Tengah mengekspor sekitar seperempat pasokan global PE dan polipropilena, dan 84% kapasitas PE di wilayah ini bergantung pada Selat Hormuz untuk pengiriman laut, kata Harrison Jacoby, direktur polietilena di Independent Commodity Intelligence Services.

Plastics Exchange melaporkan harga resin plastik melonjak dua digit dalam 30 hari terakhir. Michael Greenberg, CEO Plastics Exchange, mengaku, “Selama 25 tahun di industri ini, saya belum pernah melihat kenaikan PE sebesar ini.”

Baca Juga :  AKBP Ramadhanil Pimpin Upacara, Sampaikan Pesan Positif

Plastik menembus berbagai sektor, mulai pengemasan, konstruksi, otomotif, hingga kesehatan, sehingga perusahaan sulit menggantinya dalam jangka pendek. Produk sederhana seperti kantong sampah kemungkinan naik harga lebih cepat dibanding barang kompleks seperti mobil.

Jika harga minyak tetap tinggi selama tiga hingga empat bulan, konsumen akan membayar harga lebih tinggi yang berpotensi bertahan satu hingga dua tahun. Greenberg menambahkan, “Bahkan jika perang berakhir besok, rantai pasokan akan membutuhkan waktu lama untuk kembali normal.”

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Berita Terbaru

Ketua DPRD Hutri Randa menghadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh

Senin, 31 Agu 2026 - 17:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, menyerahkan SK pengangkatan PNS Formasi 2024 secara simbolis

SUNGAI PENUH

195 PNS Formasi 2024 Terima SK dari Wali Kota

Senin, 31 Agu 2026 - 14:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi melantik 579 pejabat fungsional ASN, Senin (31/8/2026). Foto Kerinci Satu.

KERINCI

Pelantikan 579 ASN Perkuat Birokrasi Kabupaten Kerinci

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyerahkan penghargaan kepada penerima prestasi di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (31/8/2026).

KERINCI

Wako Alfin Bangga, Sungai Penuh Panen Prestasi Nasional

Senin, 31 Agu 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi deposito perbankan BUMN dan perbandingan bunga BRI, BNI, serta Bank Mandiri pada Agustus 2026.(Foto: deposito)

Ekonomi

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agu 2026 - 11:00 WIB