Perut Begah Saat Berbuka, Ini Solusinya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seseorang memegang perut karena terasa begah setelah berbuka puasa.

Ilustrasi seseorang memegang perut karena terasa begah setelah berbuka puasa.

Jakarta , iNBrita.com – Saat waktu berbuka tiba, banyak orang langsung menyantap aneka hidangan yang tersedia. Padahal, setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Oleh karena itu, jika seseorang mengonsumsi makanan berat secara berlebihan, ia berisiko mengalami perut begah atau kembung.

Akibatnya, rasa tidak nyaman tersebut kerap mengganggu berbagai aktivitas. Bahkan, kondisi ini bisa menurunkan kekhusyukan saat menjalankan ibadah malam.

Sementara itu, pakar gastroenterologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa penumpukan gas di dalam saluran cerna menyebabkan sensasi begah. Menurutnya, udara yang masuk ketika seseorang makan terlalu cepat dapat memicu kondisi tersebut. Selain itu, proses pencernaan makanan oleh asam lambung juga menghasilkan gas yang kemudian menambah tekanan di dalam perut.

Baca Juga :  Gaya Hidup Tak Sehat Tingkatkan Risiko Kanker Ginjal

Dengan demikian, ketika lambung terisi banyak gas, seseorang akan lebih mudah merasa penuh dan tidak nyaman.

Cara Mengatasi Perut Begah

Jika perut sudah terasa penuh, maka seseorang dapat segera mengonsumsi obat pereda gas yang dijual bebas. Obat tersebut bekerja dengan membantu mengurangi jumlah gas sehingga tekanan di dalam perut berangsur menurun.

Baca Juga :  Ramuan Herbal Jahe Sereh Tingkatkan Daya Tahan

Di sisi lain, untuk mencegah begah saat berbuka, seseorang sebaiknya memulai dengan makanan ringan seperti kurma atau minuman hangat manis dalam porsi kecil. Kemudian, setelah sekitar 30 menit, ia bisa melanjutkan dengan makanan utama agar sistem pencernaan memiliki waktu penyesuaian.

Lebih lanjut, bagi penderita asam lambung, mereka dapat mengonsumsi obat maag sebelum menyantap makanan berat.

Singkatnya, dengan mengatur pola makan secara bertahap dan tidak berlebihan, seseorang dapat menjaga kenyamanan tubuh sehingga tetap bugar hingga malam hari.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspadai Gejala Serangan Jantung yang Sering Disalahartikan
Cara Mengatasi Kram Otot Saat Lari dan Mendaki
Wabah Ebola di Afrika: Penyebaran dan Dampaknya
Konsumsi Garam Berlebih Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
emaglutide Turunkan Migrain Perempuan Menopause Amerika Serikat
Waspada Malaria Knowlesi di Indonesia 2026
Jus Alami Efektif Menjaga dan Membersihkan Kesehatan Ginjal
Kulit Buah Kaya Nutrisi Baik Untuk Kesehatan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 03:00 WIB

Waspadai Gejala Serangan Jantung yang Sering Disalahartikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:00 WIB

Cara Mengatasi Kram Otot Saat Lari dan Mendaki

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:00 WIB

Wabah Ebola di Afrika: Penyebaran dan Dampaknya

Selasa, 19 Mei 2026 - 03:00 WIB

Konsumsi Garam Berlebih Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Senin, 18 Mei 2026 - 23:00 WIB

emaglutide Turunkan Migrain Perempuan Menopause Amerika Serikat

Berita Terbaru

Ilustrasi permainan game di ponsel dengan konsep mengumpulkan koin dan menghindari rintangan.  ( foto ist)

Game

Game Monster Trainer Diklaim Bisa Hasilkan Uang

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi game penghasil saldo DANA gratis.

Game

Game Penghasil Saldo DANA Cepat Tanpa Modal

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua DPR RI Puan Maharani berjalan di karpet merah saat menghadiri acara kenegaraan dengan sambutan pasukan kehormatan.

Nasional

DPR Dukung Pemerintah Bahas RAPBN 2027 Demi Rakyat

Kamis, 21 Mei 2026 - 05:00 WIB

Ilustrasi kisah sahabat menyembelih unta tamu Rasulullah SAW. Foto: (Thinkstock)

Khasanah

Nu’aiman Sahabat Jenaka dalam Kisah Unta Tamu

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:00 WIB

Nyeri dada yang terasa berat dan menjalar bisa menjadi tanda serangan jantung yang sering disalahartikan sebagai masuk angin

Kesehatan

Waspadai Gejala Serangan Jantung yang Sering Disalahartikan

Kamis, 21 Mei 2026 - 03:00 WIB