Ngada, iNBrita.com – Menjelang akhir tahun, pesan berantai penipuan kembali marak di Kabupaten Ngada.
Pesan tersebut mengatasnamakan PT PLN (Persero) dan menawarkan hadiah Tahun Baru melalui aplikasi WhatsApp.
Pelaku mengarahkan penerima pesan untuk mengisi data pribadi melalui tautan tertentu. Mereka menggunakan modus ini untuk menipu dan mencuri data korban.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bajawa, Dwi Prasetyo Utomo, memastikan informasi tersebut tidak benar.
Ia menegaskan bahwa PLN tidak pernah membagikan hadiah melalui pesan berantai.
“Kami memastikan pesan itu hoaks. PLN tidak pernah meminta data pribadi pelanggan melalui WhatsApp atau tautan tidak resmi,” kata Dwi, Minggu (28/12/2025).
Menurut Dwi, pelaku penipuan sering memanfaatkan momentum tertentu untuk menjalankan aksinya.
Oleh karena itu, ia menilai momen menjelang Tahun Baru rawan menimbulkan korban baru.
Selain itu, Dwi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pesan yang tidak jelas sumbernya.
Ia meminta warga mengabaikan pesan yang menjanjikan hadiah atau meminta data pribadi.
Dwi menjelaskan bahwa PLN hanya menyampaikan informasi melalui kanal resmi.
Kanal tersebut meliputi situs resmi PLN, akun media sosial terverifikasi, aplikasi PLN Mobile, serta Contact Center 123.
Selanjutnya,
PLN meminta masyarakat segera melapor jika menerima pesan mencurigakan. Dengan laporan tersebut, PLN dapat menghentikan penyebaran hoaks lebih cepat.
Melalui klarifikasi ini, PLN berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Selain itu,
PLN mendorong warga bersikap kritis terhadap setiap informasi, khususnya menjelang perayaan Tahun Baru 2026, agar terhindar dari penipuan digital.
(Tim)














