Home / Internasional

Minggu, 15 Februari 2026 - 23:00 WIB

Raymond-Joaquin Terkuras Fisik Hadapi Tur Eropa

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, fokus menghadapi lawan dalam turnamen bulutangkis.

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, fokus menghadapi lawan dalam turnamen bulutangkis.

Jakarta, iNBrita.com – Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, mengaku tubuh mereka terkuras habis setelah menjalani jadwal turnamen super padat dalam dua bulan terakhir. Mereka menilai pengalaman ini menjadi bahan evaluasi serius menjelang tur Eropa.

Prestasi Mengilap dari Empat Turnamen Beruntun

Raymond dan Joaquin mengikuti empat turnamen beruntun, dari ajang perorangan hingga beregu. Mereka berhasil menembus final dua kali (Indonesia Masters dan Thailand Masters), sekali ke semifinal, dan satu kali kalah di babak awal.

Jeda Singkat Menyulitkan Pemulihan Fisik

Prestasi itu berdampak pada kondisi fisik mereka. Jeda antar-turnamen yang hanya 2–3 hari membuat proses pemulihan tidak maksimal. Setelah tur Asia Tenggara di Malaysia, Indonesia, dan Thailand, mereka langsung terbang ke Qingdao, China, untuk tampil di Badminton Asia Team Championships (BATC).

Baca juga :   Kode Redeem Free Fire Terbaru Hari Ini 2026

Raymond menilai penampilan mereka di Thailand Masters (Super 300) sudah melebihi target, meski fisik menurun saat BATC.

“Thailand sudah melebihi target. Di final memang ingin menang, tapi kami belum berhasil di Super 300. Di BATC, evaluasi fokus pada performa fisik dan teknik. Itu harus ditingkatkan, terutama fisik karena rasanya sudah habis,” ujar Raymond saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.

Tur Eropa Menunggu dengan Jadwal Padat

Setelah jeda singkat pasca-BATC, Raymond dan Joaquin bersiap menghadapi jadwal padat tur Eropa. Mereka akan tampil di All England (3–8 Maret), Swiss Open (10–15 Maret), hingga Orleans Masters (17–22 Maret).

Tekanan Super 500 Lebih Berat

Joaquin menyebut pengalaman bertanding beruntun bukan hal baru, tetapi level Super 500 memberi tekanan lebih besar.

Baca juga :   PJ Asraf Gerak Cepat atasi Longsor

“Tahun lalu kami mengikuti tiga turnamen beruntun dan mencapai dua semifinal serta satu final (Indonesia Masters I, Kaohsiung Masters, Al Ain Masters). Tahun ini, dua turnamen pertama kami langsung ke final. Fisik terasa lebih berat karena lawan di Super 500 top semua dan sulit dikalahkan. Hal itu menjadi evaluasi agar kami bisa meningkatkan fokus dan kondisi fisik,” jelas Joaquin.

Ambisi Naik Podium Tetap Membara

Meski fisik sedang menurun, ambisi mereka tetap membara. Joaquin menegaskan, mereka bertekad meraih podium tertinggi di tur Eropa selanjutnya.

“Saya ingin menang di semua turnamen, karena target sudah ditetapkan. Kami fokus menampilkan yang terbaik dulu,” tutup Joaquin.

(Tim*)

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berlaga di Malaysia Open 2026

Internasional

Fajar Sebut Aaron/Wooi Yik Menang Beruntung
Maxence Lacroix menyundul bola dan mencetak gol untuk Crystal Palace melawan Manchester United MU di Old Trafford.

Internasional

MU Vs Palace: Setan Merah Tertinggal di Babak Pertama
Ayden Heaven tersenyum setelah Manchester United raih clean sheet melawan Newcastle United

Internasional

Manchester United Akhirnya Clean Sheet Setelah Sepuluh Laga
Batu Painite merah-coklat langka dari Crystal Treasure

Internasional

Painite dan Red Beryl: Batu Mulia Paling Langka
Pemain Albacete merayakan gol Samuel Obeng saat melawan UD Las Palmas di Stadion Carlos Belmonte.

Internasional

Albacete Bangkit,Taklukkan Las Palmas Pada Injury Time
Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat bertanding di BATC 2026

Internasional

Rian Rahmat Melesat di Ranking BWF 2026
Andrea Ortuño menangis saat doa bersama umat Katolik di Waterfront Labuan Bajo

Internasional

Tangis Istri Pelatih Valencia Warnai Doa Labuan Bajo
Ubur-ubur kubus berenang di perairan dengan tentakel panjang yang terlihat jelas.

Internasional

Balita Rusia Meninggal Setelah Disengat Ubur-Ubur