Jakarta, iNBrita.com — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang bagi seluruh masyarakat yang sehat, siap bekerja, dan memiliki semangat berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi nasional. Ia menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Kamis (7/5), dengan menekankan bahwa program ini tidak membatasi usia maksimum bagi calon relawan selama mereka tetap bugar dan mampu menjalankan tugas di lapangan.
Dadan menjelaskan bahwa pemerintah merancang program MBG sebagai langkah strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat. Ia menilai partisipasi publik menjadi kunci utama agar program ini berjalan optimal di berbagai daerah. Oleh karena itu, BGN terus mengajak masyarakat dari beragam latar belakang untuk ikut ambil bagian dalam pelaksanaan program ini.
Dalam pelaksanaannya, relawan memegang peran penting. Mereka membantu proses distribusi makanan bergizi, mendukung pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. Dadan menegaskan bahwa kontribusi relawan sangat menentukan kelancaran operasional program di lapangan.
Meski membuka kesempatan luas, BGN tetap menetapkan batas usia minimal 18 tahun bagi calon relawan. Dadan menilai ketentuan ini penting untuk memastikan kesiapan fisik dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi di Indonesia.
BGN terus mendorong terciptanya ekosistem program yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif. Dengan dukungan relawan yang luas, pemerintah berharap program MBG mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.
(VVR*)









