Pemerintah Siapkan Skema Baru Biaya Haji 2027

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelunasan biaya haji 2026. (Pexels.com/Defrino Maasy)

Ilustrasi pelunasan biaya haji 2026. (Pexels.com/Defrino Maasy)

Jakarta, iNBrita.com  – Pemerintah mulai menyusun skema penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi, termasuk proyeksi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Meskipun sejumlah komponen biaya berpotensi naik akibat kondisi ekonomi global dan perubahan kebijakan di Arab Saudi, pemerintah tetap mengupayakan agar jemaah membayar biaya haji yang lebih ringan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pemerintah untuk mencari formulasi pembiayaan terbaik. Dengan demikian, masyarakat tetap memiliki kesempatan menunaikan ibadah haji meski kondisi ekonomi dunia menghadapi berbagai tantangan.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Biaya Haji 2027

Menurut Dahnil, ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik, inflasi internasional, serta kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi mendorong kenaikan biaya penyelenggaraan haji pada 2027.

Selain itu, kenaikan harga avtur membuat maskapai menaikkan biaya penerbangan. Sementara itu, penyedia layanan di Arab Saudi juga menaikkan tarif akomodasi, konsumsi, dan berbagai layanan lain sehingga total biaya penyelenggaraan haji ikut meningkat.

Lebih lanjut, Pemerintah Arab Saudi menghapus layanan haji kategori D dan menaikkan seluruh layanan ke kategori C. Kebijakan tersebut secara langsung meningkatkan biaya pelayanan bagi jemaah.

Baca Juga :  Evolution Team Juara CFLC 2026 di Manila

Meski demikian, pemerintah masih mengkaji seluruh komponen BPIH 2027 bersama kementerian terkait, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, pemerintah belum menetapkan besaran biaya haji tahun depan.

“Pemerintah diperintahkan untuk mencari skema terbaik agar masyarakat tetap memperoleh kemudahan menunaikan ibadah haji meskipun kondisi ekonomi global sedang berat,” ujar Dahnil, dikutip dari Antara, Selasa (30/6/2026).

Pemerintah Ubah Skema Pembiayaan Haji

Lebih jauh, Dahnil menegaskan pemerintah ingin meningkatkan kualitas pelayanan tanpa membebani masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah menyiapkan pola pembiayaan baru agar jemaah membayar porsi biaya yang lebih kecil dibandingkan penyelenggaraan haji sebelumnya.

Pada musim haji 2026, jemaah menanggung sekitar 61 persen biaya penyelenggaraan. Sementara itu, nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji menyumbang sekitar 39 persen dari total biaya.

Untuk penyelenggaraan haji 2027, pemerintah mengupayakan perubahan komposisi tersebut. BPKH diharapkan dapat menutup sekitar 60 persen biaya melalui nilai manfaat pengelolaan dana haji. Dengan begitu, jemaah hanya perlu menanggung sekitar 40 persen dari total biaya penyelenggaraan.

Baca Juga :  Mbok Yem Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup.Usia

Optimalisasi Dana Haji Jadi Andalan

Di samping itu, pemerintah menilai peluang optimalisasi nilai manfaat dana haji masih sangat besar. Selama pandemi COVID-19 pada 2020 dan 2021, Indonesia tidak memberangkatkan jemaah haji. Selanjutnya, pada 2022 pemerintah hanya memberangkatkan sekitar separuh kuota normal sehingga dana kelolaan terus terakumulasi.

Karena itu, pemerintah dapat mengoptimalkan dana tersebut untuk membantu pembiayaan haji. Namun, pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta menjaga keberlanjutan pengelolaan dana haji.

Selanjutnya, pemerintah akan membahas seluruh skema pembiayaan bersama DPR RI sebelum menetapkan besaran BPIH 1448 H/2027 M secara resmi.

Pemerintah Prioritaskan Haji Berkualitas dan Terjangkau

Pada akhirnya, Dahnil menegaskan pemerintah ingin menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin berkualitas, berkeadilan, dan terjangkau. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tetap memiliki kesempatan menunaikan ibadah haji meski tantangan ekonomi global masih berlanjut.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemensos Kirim 48 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT
Prabowo Kecam Korupsi MBG, Tegaskan Anak Wajib Bergizi
Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Indonesia
Perpres Ojol Segera Terbit, Pengemudi Jadi Usaha Mikro
Gaji PPPK Terjamin, Pemerintah Siapkan Dana Tambahan Daerah
BGN Tutup 833 Dapur MBG Karena Pelanggaran Serius
BGN Pecat 261 Pegawai Bermasalah, Ini Faktanya
Hotman Paris Mundur Bela Febrie Demi Fokus Jalani Pengobatan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemensos Kirim 48 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Prabowo Kecam Korupsi MBG, Tegaskan Anak Wajib Bergizi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Perpres Ojol Segera Terbit, Pengemudi Jadi Usaha Mikro

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Gaji PPPK Terjamin, Pemerintah Siapkan Dana Tambahan Daerah

Berita Terbaru

Wali Kota Sungai Penuh Alfin mengukuhkan 30 anggota Paskibraka Tahun 2026 di Gedung Nasional.(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

SUNGAI PENUH

Alfin Kukuhkan 30 Paskibraka Sungai Penuh Tahun 2026

Minggu, 16 Agu 2026 - 00:00 WIB

Foto: Dok. Kemensos

Nasional

Kemensos Kirim 48 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB

Ilustrasi layanan BPJS Kesehatan dan penguatan fasilitas rumah sakit di Indonesia.

Kesehatan

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB

Wali Kota Alfin menyerahkan bansos kepada panti asuhan.

SUNGAI PENUH

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bansos

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:00 WIB

Ketua DPRD Sungai Penuh Hutri Randa memimpin Rapat Paripurna HUT RI ke-81.

SUNGAI PENUH

DPRD Sungai Penuh Simak Pidato Presiden Jelang HUT RI 81

Sabtu, 15 Agu 2026 - 15:00 WIB