Reza Pahlavi Dorong Transisi Demokrasi Iran 2026 Menuju

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Iran, menyampaikan seruan transisi demokrasi dan referendum nasional dari pengasingannya.

Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Iran, menyampaikan seruan transisi demokrasi dan referendum nasional dari pengasingannya.

Jakarta, iNBrita.com – Sejak penggulingan ayahnya, Shah terakhir Iran, Reza Pahlavi hidup hampir setengah abad di pengasingan di Amerika Serikat.

Dalam gelombang protes beberapa tahun terakhir, termasuk pada awal 2026, Pahlavi memanfaatkan platformnya untuk menyerukan aksi massa yang lebih besar di jalan-jalan Iran. Ketika protes terus berlangsung di berbagai wilayah Iran, ia menampilkan dirinya sebagai suara pro-sekuler dan pro-demokrasi yang mendorong perubahan rezim.

Reza Pahlavi lahir pada 1960 sebagai putra tertua Shah Mohammad Reza Pahlavi dan Permaisuri Farah. Pada usia tujuh tahun, ia resmi menyandang gelar putra mahkota saat penobatan ayahnya pada 1967.

Namun, Pahlavi tidak pernah kembali ke Iran sejak revolusi 1979 menggulingkan monarki pro-Amerika Serikat. Revolusi itu muncul sebagai reaksi terhadap penindasan politik dan meningkatnya ketimpangan, lalu melahirkan rezim teokratis yang masih berkuasa hingga kini.

Saat revolusi terjadi, Pahlavi menjalani pelatihan sebagai pilot tempur di Amerika Serikat. Ia kemudian menempuh studi ilmu politik di University of Southern California dan menetap secara permanen di AS. Dari sana, ia secara terbuka menentang rezim Iran dan memosisikan diri sebagai advokat demokrasi.

Apa rencana Pahlavi?

Pahlavi menegaskan bahwa tujuan hidupnya hanya satu, yakni menempatkan rakyat Iran pada posisi untuk menentukan masa depan mereka sendiri melalui pemilihan umum yang bebas dan adil.

“Hari ketika rakyat Iran datang ke tempat pemungutan suara untuk menentukan masa depan mereka, pada hari itulah misi saya tercapai dan misi politik saya berakhir,” kata Pahlavi kepada DW pada 2023.

Meski secara terbuka mendukung referendum untuk menentukan bentuk pemerintahan Iran, Pahlavi juga berupaya menempatkan dirinya sebagai tokoh kunci dalam kepemimpinan transisi, bahkan berpotensi memainkan peran jangka panjang.

Ketika perang Israel–Iran selama 12 hari pecah pada Juni, Pahlavi menawarkan diri sebagai pemimpin sementara jika pemerintahan Iran runtuh.

Dalam konferensi pers di Paris, Prancis, ia menyatakan kesiapannya memimpin transisi menuju perdamaian dan demokrasi. Ia menekankan bahwa dirinya tidak mengejar kekuasaan politik, melainkan ingin membantu Iran melewati masa kritis menuju stabilitas, kebebasan, dan keadilan.

Dalam kesempatan yang sama, Pahlavi memaparkan rencana transisi demokratis yang berlandaskan pada integritas wilayah, kebebasan individu, kesetaraan seluruh warga negara, serta pemisahan agama dan negara.

Ia menegaskan bahwa rakyat Iran akan menentukan bentuk akhir demokrasi masa depan melalui referendum nasional. Ia juga membuka kemungkinan Iran menjadi monarki konstitusional, dengan raja sebagai simbol negara dan kekuasaan eksekutif berada di tangan parlemen serta pemimpin terpilih.

Sosok politik simbolik

Meski telah hidup di pengasingan hampir 50 tahun, Pahlavi dan keluarganya masih mendapat dukungan dari sebagian komunitas diaspora Iran.

Kelompok pendukung Pahlavi yang paling vokal umumnya memiliki kehadiran kuat di media dan media sosial. Karena pemerintah Iran membatasi akses media secara ketat, publik sulit mengukur secara akurat pandangan masyarakat di dalam negeri terhadap Pahlavi.

Selain itu, karena beberapa generasi warga Iran tidak pernah hidup di bawah sistem monarki, muncul pertanyaan besar apakah masyarakat akan mendukung kembalinya monarki pada 2026.

Namun, sejumlah pengamat menilai Pahlavi tetap bisa berperan dalam proses transisi dari Republik Islam.

Alex Vatanka, pakar keamanan regional dari Middle East Institute di AS, menyatakan bahwa gerakan oposisi pada akhirnya membutuhkan sosok politik untuk mengelola transisi atau setidaknya menjadi figur pemersatu.

Menurut Vatanka, tidak ada tokoh lain yang memiliki tingkat pengenalan nama dan garis keturunan seperti Pahlavi. Namun, Pahlavi tetap harus menghadapi tantangan besar untuk meyakinkan para skeptis bahwa ia tidak akan memusatkan kekuasaan pada dirinya sendiri jika mendapat kesempatan.

Di sisi lain, langkah-langkah Pahlavi di panggung internasional berpotensi melemahkan dukungan di dalam negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif menjalin hubungan dengan para pemimpin dunia. Salah satu yang paling menonjol adalah pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berkunjung ke Israel pada musim semi 2023.

Mengingat sejarah permusuhan panjang antara Iran dan Israel, banyak warga Iran memandang hubungan ini sebagai masalah. Mereka menilai pemerintahan Netanyahu sebagai agresor, terutama setelah perang 12 hari pada Juni.

Transisi cepat masih kecil kemungkinan

Hingga kini, belum ada kepastian bahwa gelombang protes yang berlangsung dapat menggulingkan rezim Iran.

Melalui media sosial, Pahlavi terus menyerukan pemogokan dan protes nasional. Namun, dalam pesan-pesan terbaru, ia menyampaikan nada yang lebih hati-hati, terutama setelah aparat keamanan melakukan penindasan terhadap para pengunjuk rasa.

Meski oposisi memperoleh momentum dengan keterlibatan para pedagang—kelompok yang secara historis kerap mendukung rezim—sejumlah pengamat tetap skeptis terhadap kemungkinan perubahan sistem secara cepat.

Arshin Adib-Moghaddam, ketua bersama Pusat Studi Iran di SOAS University of London, menilai negara Iran memiliki institusi dan aparat keamanan yang sangat mapan sekaligus tahan krisis. Menurutnya, demonstrasi saja tidak cukup untuk menggantikan sistem yang ada.

Ia menambahkan bahwa banyak analisis tentang Iran sering kali hanya mencerminkan ilusi politik dan tidak sepenuhnya menggambarkan realitas di lapangan.

Vatanka sependapat dengan pandangan tersebut. Ia menilai keberhasilan protes sangat bergantung pada kemampuan demonstran mempertahankan tekanan di jalanan, mendorong pembelotan dari dalam rezim, serta peran aktor eksternal seperti Amerika Serikat dan diaspora Iran.

Menurut Vatanka, kelangsungan kekuasaan rezim bergantung pada kemampuannya menekan oposisi publik saat ini sekaligus menghadapi gelombang protes berikutnya.

“Pertanyaannya bukan hanya apakah mereka bisa mengatasi protes kali ini,” tulis Vatanka, “tetapi apakah mereka mampu mengumpulkan kekuatan untuk menahan gelombang berikutnya yang hampir pasti akan muncul, bahkan jika gelombang saat ini gagal menggulingkan rezim.”

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fenomena Bulan Sabit dan Venus Curi Perhatian
Manchester United Terpuruk, Carrick Dorong Tim Segera Bangkit
September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00 WIB

Fenomena Bulan Sabit dan Venus Curi Perhatian

Senin, 14 September 2026 - 11:00 WIB

Manchester United Terpuruk, Carrick Dorong Tim Segera Bangkit

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Berita Terbaru

Program BeZakat 2026 Kemenag memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa baru.(Foto: Instagram/Literasi Zakat Wakaf)

Pendidikan

Beasiswa BeZakat 2026 Diperpanjang, Cek Syaratnya Sekarang

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:00 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (15/9/2026).(Foto : www.liputan6.com)

Ekonomi

Pemerintah Temukan 25 Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar

Selasa, 15 Sep 2026 - 22:00 WIB

Yamaha Grand Filano menjadi bagian dari kolaborasi lifestyle bersama Roadgrills.Ina dan Se.tujuan Coffee & Eatery.(Foto : Ist/liputan6.com)

Teknologi

Yamaha Grand Filano Terbaru, Harga dan Spesifikasi Lengkap

Selasa, 15 Sep 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi becak listrik untuk pengemudi lansia.

Uncategorized

Prabowo Gagas Becak Listrik untuk Lansia, 7.000 Unit Disalurkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:00 WIB

Tim gabungan bersama warga memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar dua hektare di Desa Sungai Langkap, Kerinci, Selasa (15/9/2026).

KERINCI

Polsek Gunung Kerinci dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:00 WIB