Home / Properti

Rabu, 29 Oktober 2025 - 20:05 WIB

Sejarah dan Keunikan Bangunan Museum Sumpah Pemuda

Museum Sumpah Pemuda, saksi lahirnya ikrar bersejarah pada 28 Oktober 1928.

Museum Sumpah Pemuda, saksi lahirnya ikrar bersejarah pada 28 Oktober 1928.

Jakarta, iNBrita.com – Bangunan Museum Sumpah Pemuda di Jakarta menjadi saksi lahirnya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Awalnya, bangunan ini adalah rumah kos milik Sie Kong Lian yang disewakan kepada pelajar pada tahun 1920. Karena lokasinya strategis, rumah ini sempat berubah fungsi menjadi kos-kosan, toko bunga, dan kantor bea cukai, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Museum Sumpah Pemuda.

Meski berusia lebih dari seabad, bangunan ini tetap kokoh. Menurut Asep Firman Yahdiana, Pamong Budaya Ahli Muda dari Museum dan Cagar Budaya, material berkualitas tinggi seperti batu bata, kayu jati, dan mortar kapur alami membuat bangunan ini tahan lama.

Baca juga :   Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Warga

Pemugaran pada tahun 1973 turut memperkuat struktur bangunan. Kini, pihak museum hanya melakukan perawatan ringan, seperti mengecat ulang dan memperbaiki bagian kecil yang rusak. Karena berstatus cagar budaya, bangunan ini tidak boleh direnovasi total.

Bangunan bergaya Indische (Indies) ini memadukan unsur Eropa, Indonesia, dan Tionghoa peranakan, yang populer di Batavia awal abad ke-20. Ciri khasnya adalah denah simetris dengan ruang tengah yang terhubung ke teras depan dan belakang. Terasnya luas, berderet kolom bergaya Yunani, sementara dapur, kamar mandi, dan gudang terletak di bagian belakang.

Rumah utama berukuran 343 meter persegi, dengan dua paviliun masing-masing 54 meter persegi, berdiri di atas lahan 1.285 meter persegi. Dulu, ruang depannya memiliki meja biliar tempat mahasiswa bersantai. Berdasarkan denah R. Katjasungka, bangunan ini memiliki 14 kamar tidur, ruang rapat, kafetaria, tempat makan bersama, kamar pembantu, dapur, dan sumur.

Baca juga :   Aksi Damai Mahasiswa Desak Polri Bersikap Humanis Profesional

Kamar utama berukuran 6,2 x 3,7 meter dan 4,3 x 3,7 meter, sedangkan kamar di paviliun sekitar 4,8 x 3,8 meter. Tiap kamar berisi lemari, tempat tidur, meja, dan kursi.

Hingga kini, struktur rumah masih asli, meski sebagian besar perabotannya replika. Namun, biola W.R. Supratman dan beberapa barang milik keluarga Sie Kong Lian tetap menjadi koleksi asli museum.

(VVR*)

Berita ini 23 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Tanaman mint segar dalam pot di dapur

Properti

Tanaman Alami Pengusir Cicak dan Tikus di Dapur
Pekerja memasang genteng tanah liat di atap rumah agar kuat menghadapi angin kencang.

Properti

Cara Pasang Genteng Kuat Tahan Angin Kencang
Pekerja memasang genteng tanah liat di atap rumah agar kuat menghadapi angin kencang.

Properti

Cegah Atap Bocor, Rawat Rumah Sebelum Hujan
Rumah Cluster Bellefont bergaya Prancis di Gading Serpong

Properti

Hunian Bellefont Gading Serpong Bergaya Prancis yang Diminati
Orang Jepang tidur di lantai menggunakan futon tradisional di rumah bergaya Jepang.

Properti

Alasan Orang Jepang Tidur di Lantai Futon
Kawanan laron berkumpul di sekitar lampu rumah pada malam hari.

Properti

Cara Ampuh Usir Laron di Rumah Tanpa Lampu Mati
Rumah Hantu Minxiong di Chiayi Taiwan tampak tua dan ditumbuhi tanaman liar di dinding bata merah.

Properti

Misteri Rumah Hantu Minxiong Paling Angker Taiwan
Pekerja memeriksa kondisi atap rumah saat musim hujan

Properti

Jenis Atap Rumah yang Aman Saat Hujan Angin