Jakarta, iNBrita.com – Lebih dari 80 negara memperingati Hari Pria Internasional (International Men’s Day/IMD) setiap 19 November. Peringatan ini mengajak masyarakat membahas berbagai isu yang dihadapi pria.
Jerome Teelucksingh, dosen sejarah dari University of the West Indies, mencetuskan Hari Pria Internasional pada 1999. Ia ingin merayakan kontribusi dan pencapaian pria dari berbagai latar belakang.
Pada awal 1990-an, Thomas Oaster, Direktur Missouri Center for Men’s Studies, juga mengajak beberapa organisasi di Amerika Serikat, Australia, dan Malta untuk menggelar peringatan Hari Pria Internasional. Ia berhasil menjalankan kegiatan itu selama dua tahun. Namun, acara pada 1995 tidak menarik minat masyarakat sehingga ia menghentikan program tersebut.
Teelucksingh kemudian menghidupkan kembali gagasan ini dan memilih 19 November sebagai tanggal peringatan. Ia memilih tanggal itu karena bertepatan dengan ulang tahun ayahnya. Pada tanggal yang sama, tim sepak bola lokal pernah mempersatukan bangsa melalui perjuangannya menuju Piala Dunia.
Teelucksingh menegaskan tujuan utama Hari Pria Internasional: mengapresiasi semua pria, termasuk anak laki-laki dan remaja, serta mendorong terbentuknya panutan positif. Ia percaya panutan baik dapat membantu pria membangun identitas yang sehat.
Hari Pria Internasional tidak menyaingi Hari Perempuan Internasional. Peringatan ini menyoroti isu kesehatan fisik dan mental pria serta mempromosikan maskulinitas yang positif.
(ES*)














