Serangan Rusia Hantam Energi Ukraina, Empat Tewas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berdiri di dekat bangunan yang hancur setelah serangan udara Rusia menghantam Kyiv, Ukraina, 8 November 2025. (Foto: AFP)

Warga berdiri di dekat bangunan yang hancur setelah serangan udara Rusia menghantam Kyiv, Ukraina, 8 November 2025. (Foto: AFP)

Kyiv, iNBrita.com – Rusia melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina. Serangan itu menewaskan empat orang dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah Ukraina.

Menurut laporan AFP, Sabtu (8/11/2025), Moskow dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina. Serangan Rusia itu merusak fasilitas gas alam yang menghasilkan bahan bakar utama untuk pemanas di negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga mengatakan bahwa Rusia kembali menyerang kehidupan sehari-hari masyarakat Ukraina. Ia menjelaskan bahwa serangan itu memutus pasokan listrik, air, dan pemanas, serta menghancurkan infrastruktur penting dan merusak jaringan kereta api.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan 458 pesawat tanpa awak dan 45 rudal ke wilayah Ukraina semalam. Pasukan Ukraina berhasil menembak jatuh 406 pesawat tanpa awak dan sembilan rudal Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut bahwa sebuah pesawat tanpa awak Rusia menyerang langsung bangunan tempat tinggal di Dnipro. Akibat serangan itu, tiga orang tewas di kota tersebut, dan korban jiwa juga muncul di Kharkiv.

Serangan tersebut menyebabkan pemadaman listrik darurat di Kyiv dan Kharkiv, serta memutus pasokan air di Kharkiv.

Pemerintah setempat melaporkan bahwa Kremenchuk di wilayah Poltava timur mengalami gangguan listrik, air, dan pemanas parsial.

Para ahli memperingatkan bahwa serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina dapat membuat Kyiv berisiko mengalami krisis pemanas menjelang musim dingin.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate
Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak
Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia
Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang
Jihan Dimack Cetak Sejarah, Miss Grand International 2026
Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis
El Nino Super 2026 Ancam Suhu Bumi Meningkat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB