Home / Internasional

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:00 WIB

Setelah Gratis Internet, Iran Ganggu Starlink Elon Musk

Foto: Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via REUTERS/File Photo)

Foto: Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via REUTERS/File Photo)

iNBrita.com — SpaceX menghadapi tantangan keamanan terbesar di Iran setelah pemerintah menindak keras para demonstran. Akibatnya, layanan internet satelit mereka, Starlink, kini menjadi sorotan global.

Starlink sebagai Jalur Komunikasi Alternatif

Sejak diluncurkan, warga memanfaatkan Starlink sebagai jalur komunikasi alternatif setiap kali pemerintah memutus internet. Misalnya, mereka menggunakannya selama konflik di Ukraina. Awal pekan ini, Elon Musk menyediakan layanan ini gratis bagi warga Iran. Dengan begitu, SpaceX langsung berada di tengah ketegangan geopolitik baru.

Tekanan bagi Insinyur dan Pengawasan Militer Iran

Para insinyur SpaceX di AS menghadapi tekanan dari upaya Iran yang mengganggu sinyal satelit dan menyiarkan sinyal palsu (spoofing). Selain itu, militer AS dan badan intelijen menggunakan Starlink dan varian militernya, Starshield, untuk memantau situasi. Sementara itu, China mempercepat pengembangan konstelasi satelit internetnya untuk menyaingi Starlink dalam beberapa tahun mendatang.

Baca juga :   Iran Izinkan Kapal Malaysia Melewati Selat Hormuz

Momen Strategis bagi SpaceX

SpaceX juga memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan profil Starlink di mata investor menjelang kemungkinan pencatatan saham publik. John Plumb, mantan kepala kebijakan ruang angkasa Pentagon di era Presiden Joe Biden, menyatakan, “SpaceX kini menjadi satu-satunya penyedia komunikasi skala besar di luar angkasa. Rezim-rezim represif mungkin berpikir bisa mematikan komunikasi, tapi mereka akan gagal.”

Baca juga :   Tiwi/Fadia Buka Perjuangan di German Open 2026

Starlink dan Perlindungan Informasi

Starlink lebih sulit diganggu dibanding jaringan kabel atau menara seluler. Oleh karena itu, warga dapat mengirim video dan informasi tentang aksi aparat Iran terhadap demonstran. Amnesty International mencatat banyak rekaman kekerasan dikirim langsung oleh pengguna Starlink.

Upaya Iran Mengganggu Starlink

Para pakar, termasuk Holistic Resilience dan aktivis oposisi Nariman Gharib, menilai Iran sengaja menggunakan pengacau sinyal dan spoofing GPS untuk menonaktifkan terminal Starlink. Teknik ini mengacaukan koneksi dan memperlambat internet. Dengan demikian, pengguna masih dapat mengirim pesan teks, tetapi panggilan video hampir mustahil dilakukan.

(vvr)

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Penyanyi Nigeria Ifunanya Nwangene saat tampil di The Voice Nigeria

Internasional

Penyanyi Nigeria Ifunanya Nwangene Tewas Digigit Ular
Dua sahabat di Panna, India, memegang berlian 15,34 karat hasil temuan di lahan sewaan.

Internasional

Dua Sahabat Temukan Berlian Bernilai Miliaran Rupiah
Ledakan bangunan di Gaza akibat serangan ke Warga Gaza Israel, 31 Januari 2026.

Internasional

Israel Langgar Gencatan Senjata, Serang Warga Gaza
Bus jatuh ke jurang di Arequipa, Peru, setelah menabrak truk, menyebabkan puluhan korban tewas dan luka-luka.

Internasional

Bus di Peru Terjun ke Jurang, 37 Tewas
Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta

Internasional

Kemlu Pastikan WNI Aman di Konflik Thailand-Kamboja Perbatasan
Juru bicara Iran menyampaikan penolakan negosiasi dengan AS di tengah konflik

Internasional

Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi dengan AS
Michael Carrick merayakan kemenangan Manchester United di Liga Inggris

Internasional

Manchester United Nikmati Momentum Positif Era Carrick
Anthony Sinisuka Ginting memperkuat tim Indonesia di BATC 2026

Internasional

Ginting Perkuat Indonesia di BATC 2026