Jakarta, iNBrita.com –Jadwal Gerhana selalu menarik perhatian karena menunjukkan interaksi unik antara Matahari, Bulan, dan Bumi. Tahun 2026 akan menghadirkan beberapa gerhana matahari dan bulan. Namun, tidak semua gerhana dapat diamati dari Indonesia. Berikut rinciannya:
1. Gerhana Matahari Cincin – 17 Februari 2026
Pada jadwal gerhana matahari cincin, Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, tetapi ukurannya tidak cukup menutupi seluruh piringan Matahari. Akibatnya, cahaya Matahari terlihat membentuk cincin di sekitar Bulan.
Data NASA menunjukkan jalur utama gerhana ini melewati Antarktika. Beberapa wilayah lain hanya dapat melihat gerhana sebagian. Indonesia berada di luar jalur visibilitas, sehingga warga Indonesia tidak bisa menyaksikan gerhana ini.
2. Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026
Gerhana bulan total terjadi saat Bulan masuk sepenuhnya ke bayangan inti Bumi. Fenomena ini membuat permukaan Bulan terlihat gelap dan kemerahan.
Beberapa negara di Asia dan Australia dapat melihat gerhana ini. Di Indonesia, kemampuan mengamati gerhana tergantung posisi Bulan saat peristiwa berlangsung dan kondisi cuaca malam itu.
3. Gerhana Matahari Total – 12 Agustus 2026
Gerhana matahari total terjadi saat Bulan menutupi seluruh Matahari. Jalur totalitas tahun ini melewati Greenland, Islandia, dan sebagian Eropa.
Warga Indonesia tidak berada di jalur tersebut, sehingga mereka tidak bisa menyaksikan gerhana matahari total, baik sebagian maupun penuh.
4. Gerhana Bulan Sebagian – 27–28 Agustus 2026
Gerhana bulan sebagian muncul ketika hanya sebagian Bulan masuk ke bayangan Bumi.
Beberapa wilayah dunia dapat mengamati gerhana ini. Di Indonesia, keterlihatan bergantung pada waktu terbit Bulan dan kondisi atmosfer. Jadi, tidak semua fase gerhana akan terlihat di seluruh wilayah Indonesia.
(vvr)














