Jakarta, iNBrita.com – Seorang pria bugar di Inggris mendadak mengalami stroke yang membuat sisi kiri tubuhnya mati rasa total. Kondisi itu memaksa petugas medis membawanya ke rumah sakit secepatnya.
Pria berusia 50-an tersebut merasa telah menjalani gaya hidup sehat. Ia tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol.
Namun, kebiasaan hariannya justru merusak tubuhnya. Selain terkena stroke, tekanan darahnya melonjak ekstrem hingga 245/150 mmHg dan memicu krisis hipertensi.
Dokter menemukan bahwa pria tersebut rutin mengonsumsi delapan kaleng minuman energi berkadar tinggi setiap hari. Total asupan kafeinnya mencapai 1,2 gram per hari. Jumlah ini tiga kali lipat lebih tinggi dari batas aman medis, yaitu 400 mg per hari.
Dokter mendiagnosis pasien mengalami stroke lakunar akibat penyumbatan pembuluh darah kecil di otak. Kafein dosis tinggi, taurin, dan guarana memicu penyempitan arteri otak secara mendadak.
Selain itu, kandungan gula dalam minuman energi tersebut merusak lapisan pembuluh darah. Stimulan berlebihan memaksa jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan darah secara drastis dalam waktu singkat.
Tim medis merawat pasien secara intensif selama tiga minggu hingga tekanan darahnya kembali normal. Namun, mati rasa permanen pada tangan dan kakinya tetap bertahan hingga delapan tahun kemudian.
Apa Itu Stroke Lakunar?
Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa stroke lakunar terjadi ketika salah satu arteri kecil yang memasok darah ke bagian dalam otak tersumbat. Arteri ini sangat rentan karena ukurannya kecil dan bercabang langsung dari arteri besar bertekanan tinggi.
Hipertensi sering memicu stroke lakunar. Tekanan darah tinggi membuat denyut nadi berdebar keras dan merusak arteri kecil secara langsung tanpa proses penyempitan bertahap.
Stroke lakunar jarang terjadi akibat gumpalan darah yang berasal dari leher atau jantung. Gumpalan darah yang bergerak melalui aliran darah disebut embolus. Embolus sulit memasuki arteri kecil yang biasanya menyebabkan stroke lakunar.
Apa Saja Gejala Stroke Lakunar?
Gejala stroke lakunar berbeda-beda, tergantung pada bagian otak yang kekurangan aliran darah. Setiap area otak mengatur fungsi tertentu, seperti gerak, sensasi, bicara, penglihatan, keseimbangan, dan koordinasi.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
Kelemahan atau kelumpuhan pada wajah, lengan, atau kaki
Mati rasa yang muncul tiba-tiba
Kesulitan berjalan
Gangguan bicara
Gerakan tangan atau lengan menjadi kaku
Kelumpuhan otot mata
Gangguan saraf lainnya
Pada penderita hipertensi yang tidak tertangani dalam jangka panjang, stroke lakunar dapat terjadi berulang kali. Kondisi ini dapat memicu perubahan emosi, gangguan perilaku, hingga demensia. (Tim*














