Home / Jambi

Senin, 13 Oktober 2025 - 22:53 WIB

Stabilitas Sosial Kunci Pembangunan Kerinci dan Sungai Penuh

Kabid SDA Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yazzer Arafat ( Foto ist)

Kabid SDA Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yazzer Arafat ( Foto ist)

Jambi, iNBrita.com  – Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yazzer Arafat, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Dilansir jambiexpres, menurutnya, kondisi sosial yang aman akan membuat program pembangunan dari pemerintah pusat terus berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Tokoh pemuda sekaligus Pembina Ikatan Mahasiswa Kerinci Sungai Penuh (IMKS) itu menilai, situasi sosial yang kondusif menjadi syarat utama bagi investasi infrastruktur. Ia menekankan, sektor sumber daya air dan irigasi pertanian sangat bergantung pada iklim sosial yang tenang.

Baca juga :   Airlangga Ungkap Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Ray Dalio

“Saya mengajak seluruh warga, terutama di Kerinci dan Sungai Penuh, serta semua elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial. Dengan suasana yang damai, infrastruktur akan terus masuk dan bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Yazzer Arafat.

Yazzer menjelaskan bahwa dana pemerintah pusat berperan besar dalam pembangunan infrastruktur di Kerinci dan Sungai Penuh. Sebagian besar proyek daerah, kata dia, masih mengandalkan alokasi dari program Instruksi Presiden (Inpres) dan sumber pembiayaan pusat lainnya.

“Dana pusat sangat penting untuk mempercepat pembangunan. Tanpa dukungan itu, proyek strategis bisa terhenti atau tidak terpelihara,” tegasnya dikutip dari .

Baca juga :   Victor Beberkan 3 Fakta Penting Sidang Korupsi Stadion Mini

Ia menambahkan, proyek irigasi dan pengelolaan air menjadi sektor yang paling bergantung pada anggaran pusat. Tanpa dukungan dana tersebut, infrastruktur yang sudah dibangun tidak akan optimal dan manfaatnya berkurang bagi petani.

Yazzer mengingatkan agar semua pihak menjaga suasana tetap kondusif. Ia menyoroti pengalaman masa lalu ketika aksi protes terhadap pelaksana proyek sempat menunda pencairan dana pembangunan.

Saat ini, pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, daerah sangat membutuhkan dana Inpres 2 tahun 2025 dan program Optimalisasi Lahan (Oplah) dari Kementerian.

(Es)

 

Berita ini 60 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gubernur Jambi Al Haris menjenguk atlet Oki Yusmika yang terbaring di rumah sakit akibat kanker tulang.

Jambi

Gubernur Jambi Akan Bantu Biaya Pengobatan Oki Yusmika
Pria berbaju batik memberikan keterangan kepada wartawan yang mengerumuninya dengan sejumlah mikrofon.

Jambi

Al Haris Terima Penghargaan BKKBN Tahun 2025
Bupati Kerinci Monadi dan Gubernur Jambi Al Haris hadiri Harganas ke-32 di Lapangan Kantor Bupati Kerinci

Jambi

Kerinci Sukses Gelar Harganas ke-32 Provinsi Jambi
Polisi evakuasi jasad bayi di kebun warga Jambi

Jambi

Polisi Buru Anak Jalanan Kubur Bayi di Kebun Warga
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani melantik Dewan Hakim MTQ ke-54 dengan para hakim berdiri berbaris di atas panggung Aula Utama Kantor Bupati Muaro Jambi.

Jambi

Wagub Sani Lantik Dewan Hakim MTQ ke-54 Provinsi Jambi
Kapolsek Jambi Timur dan Komisi II DPRD Kota Jambi saat mediasi distribusi LPG 3 kg bersama warga di Aula DPRD Kota Jambi.

Jambi

Kapolsek Jambi Timur Mediasi Masalah Distribusi LPG
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menghadiri dialog Komisi II DPR RI di Jambi.

Jambi

Azhar Sampaikan Potensi dan Keterbatasan Daerah ke Komisi II
Ombudsman Jambi gelar diseminasi cegah maladministrasi Program Kampung Bahagia.

Jambi

Ombudsman Jambi Diseminasi Cegah Maladministrasi Program