Home / Jambi

Senin, 13 Oktober 2025 - 22:53 WIB

Stabilitas Sosial Kunci Pembangunan Kerinci dan Sungai Penuh

Kabid SDA Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yazzer Arafat ( Foto ist)

Kabid SDA Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yazzer Arafat ( Foto ist)

Jambi, iNBrita.com  – Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yazzer Arafat, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Dilansir jambiexpres, menurutnya, kondisi sosial yang aman akan membuat program pembangunan dari pemerintah pusat terus berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Tokoh pemuda sekaligus Pembina Ikatan Mahasiswa Kerinci Sungai Penuh (IMKS) itu menilai, situasi sosial yang kondusif menjadi syarat utama bagi investasi infrastruktur. Ia menekankan, sektor sumber daya air dan irigasi pertanian sangat bergantung pada iklim sosial yang tenang.

Baca juga :   BNPB Temukan Tiga Jenazah, Korban Tembus 964

“Saya mengajak seluruh warga, terutama di Kerinci dan Sungai Penuh, serta semua elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial. Dengan suasana yang damai, infrastruktur akan terus masuk dan bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Yazzer Arafat.

Yazzer menjelaskan bahwa dana pemerintah pusat berperan besar dalam pembangunan infrastruktur di Kerinci dan Sungai Penuh. Sebagian besar proyek daerah, kata dia, masih mengandalkan alokasi dari program Instruksi Presiden (Inpres) dan sumber pembiayaan pusat lainnya.

“Dana pusat sangat penting untuk mempercepat pembangunan. Tanpa dukungan itu, proyek strategis bisa terhenti atau tidak terpelihara,” tegasnya dikutip dari .

Baca juga :   Satgas TMMD Ke-126 Gelar Penyuluhan Kesehatan Warga

Ia menambahkan, proyek irigasi dan pengelolaan air menjadi sektor yang paling bergantung pada anggaran pusat. Tanpa dukungan dana tersebut, infrastruktur yang sudah dibangun tidak akan optimal dan manfaatnya berkurang bagi petani.

Yazzer mengingatkan agar semua pihak menjaga suasana tetap kondusif. Ia menyoroti pengalaman masa lalu ketika aksi protes terhadap pelaksana proyek sempat menunda pencairan dana pembangunan.

Saat ini, pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, daerah sangat membutuhkan dana Inpres 2 tahun 2025 dan program Optimalisasi Lahan (Oplah) dari Kementerian.

(Es)

 

Berita ini 55 kali dibaca

Share :

Baca Juga

"Tim pendayung Jambi mengayuh perahu Bintang Emas Cahaya Intan dan meraih juara pertama Festival Pacu Jalur 2025 di Teluk Kuantan."

Jambi

Pendayung Jambi Unggul di Festival Pacu Jalur Riau
Kuasa Hukum Don Fitri Jaya

Jambi

Victorianus : Tuduhan Lemah, Don Fitri Tak Terbukti
Gubernur Jambi Al Haris menjenguk atlet Oki Yusmika yang terbaring di rumah sakit akibat kanker tulang.

Jambi

Gubernur Jambi Akan Bantu Biaya Pengobatan Oki Yusmika
Ahli hukum memberikan keterangan dalam sidang kasus korupsi Stadion Mini Sungai Bungkal.

Jambi

Ahli: Terdakwa Tak Bisa Dipidana Tanpa Bukti
pria diborgol ilustrasi penangkapan pelaku oleh polisi

Jambi

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Dosen Asal Bungo
Maskun Sopwan terpilih sebagai Ketua JMSI Jambi periode 2025–2030.

Jambi

Maskun Sopwan Pimpin JMSI Jambi Periode 2025–2030
Wako Sungai Penuh Alfin SH duduk bersama kepala daerah se-Provinsi Jambi dalam Rakor dan Evaluasi Hasil SPI 2024.

Jambi

Wako Alfin Tegaskan Komitmen Integritas di Rakor SPI

Jambi

Pemkab Kerinci Komitmen Dukung Program Jagung Nasional