Jakarta , iNBrita.com — Banyak rumah kosong yang ditinggal pemiliknya saat bepergian liburan hanya diterangi lampu depan. Bahkan lampu itu sering menyala lebih dari 24 jam secara terus-menerus.
Pada malam hari rumah tampak seolah-olah ada berpenghuni karena lampu halaman tetap hidup. Namun, di siang hari tetangga atau orang yang lewat bisa langsung sadar bahwa rumah kosong sebab lampu tetap menyala tanpa aktivitas.
Awalnya, banyak orang mengira menyalakan lampu sepanjang waktu bisa melindungi rumah. Faktanya, justru sebaliknya. Bagi pencuri, lampu yang terus menyala menjadi tanda bahwa rumah sedang kosong.
Lalu, apakah masih relevan membiarkan lampu depan menyala 24 jam saat liburan?
Menurut pakar keamanan Brinks Home, Sara Harshbarger, menyalakan lampu luar tanpa dimatikan bukanlah cara yang tepat. Lampu itu tidak memberi perlindungan tambahan, malah bisa menarik perhatian pencuri.
“Jika pencahayaan luar ruangan menjadi satu-satunya sistem keamanan, itu tidak memberikan rasa aman pada pemilik rumah,” jelasnya.
Selain itu, lampu yang menyala terus menerus juga boros listrik dan menambah polusi cahaya.
Sara menekankan, lampu depan sebaiknya berfungsi sebagai penerangan halaman dan jalan di depan rumah. Namun, ketika lampu menyala siang dan malam, manfaatnya tidak lagi tepat sasaran. (*)














