Jakarta, iNBrita.com – Pemerintah Swedia dan Serbia meminta warga negaranya di Iran segera meninggalkan negara tersebut setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan mengambil tindakan militer terkait program nuklir Republik Islam itu.
Serbia Minta Warga Segera Tinggalkan Iran
Pemerintah Serbia sebelumnya telah lebih dulu mengimbau warganya pada pertengahan Januari agar meninggalkan Iran dan menunda perjalanan ke negara tersebut. Otoritas Serbia mengambil langkah itu ketika pemerintah Iran melakukan penindakan mematikan terhadap gerakan protes massal.
Kementerian Luar Negeri Serbia menyatakan situasi keamanan di Iran terus memburuk. Karena itu, pemerintah tidak menyarankan warga Serbia bepergian ke Iran dalam waktu dekat. Pemerintah juga meminta seluruh warga Serbia yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Otoritas Serbia mempublikasikan pernyataan itu di situs resmi kementerian pada Jumat malam hingga Sabtu pagi waktu setempat.
Swedia Keluarkan Imbauan Keras
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menyampaikan imbauan tegas kepada warga Swedia di Iran agar segera keluar dari negara tersebut melalui unggahan di media sosial X.
Iran Harap Capai Kesepakatan Nuklir
Di sisi lain, pemerintah Iran menyatakan pada Jumat (20/2) bahwa mereka berharap dapat segera mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran, yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia mempertimbangkan serangan militer terbatas jika negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan. Trump juga telah memerintahkan peningkatan besar-besaran kekuatan angkatan laut AS di kawasan Timur Tengah untuk menekan Teheran.
Kapal Induk AS Masuk Laut Mediterania
Pada Jumat waktu setempat, kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford—kapal induk terbesar di dunia—memasuki Laut Mediterania. Trump mengirim kapal tersebut ke Timur Tengah sebagai bagian dari penguatan militer di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Foto yang diambil dari Gibraltar menunjukkan kapal induk itu melintasi Selat Gibraltar yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania.
USS Gerald R. Ford akan bergabung dengan kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln, beserta kapal-kapal perang pengiring yang telah lebih dulu berada di kawasan Timur Tengah.
(Tim*)














