Home / KERINCI

Kamis, 14 Agustus 2025 - 00:03 WIB

Tari Niti Mahligai, Atraksi Mistis Ikon Budaya Kerinci

Penari Tari Niti Mahligai  di Kerinci, Jambi.

Penari Tari Niti Mahligai di Kerinci, Jambi.

SUNGAI PENUH – Masyarakat Desa Siulak Mukai, Kecamatan Mukai Tengah, Kabupaten Kerinci, Jambi, terus mempertahankan Tari tradisional warisan nenek moyang, Niti Mahligai sebagai warisan budaya mistis yang memukau penonton di dalam negeri maupun mancanegara.

Dengan penuh kharisma mereka menampilkan tarian ini bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk melestarikan tradisi leluhur.

Tokoh adat dan budaya Tanah Sekudung Siulak, Andi Yalmi, menjelaskan bahwa Kerinci mendapat julukan “sekepal tanah surga” karena menyimpan keindahan alam dan kekayaan budaya.

“Kami menampilkan Tari Niti Mahligai pada upacara adat Blian Salih, kenduri Sko, dan penyambutan tamu agung. Tarian ini memiliki nilai religius yang kuat,” kata Andi Yalmi yang dilansir dari Rri Sungai Penuh.

Baca juga :   Waspada! Penipuan Mencatut Nama Bupati dan Wakil Bupati

Masyarakat Siulak memaknai “Niti Mahligai” sebagai perjalanan menuju tempat yang lebih tinggi atau mulia.

Dalam pementasan, penari perempuan berumur memasuki arena dengan panduan pawang. Penonton meyakini pawang memanggil roh nenek moyang untuk merasuki penari. Hulu balang membuka acara dengan membawa api kemenyan, lalu pesilat mempertontonkan atraksi bersenjata tajam sebelum penari mulai bergerak.

Penari menampilkan gerakan lembut khas Kerinci sangat memukau  mata penonton. Mereka juga mempertontonkan atraksi ekstrem seperti meniti kaca, menari di atas bara api, menginjak ujung pedang runcing, berdiri di atas daun kelor, melangkah di atas mangkuk, bambu, atau paku, bahkan berjalan di atas batang pisang bertelur.

Baca juga :   Satgas TMMD 126 Perkuat Peran Posyandu di Masyarakat

Dalam beberapa adegan, penari menerima tusukan tombak ke tubuh, tetapi tetap berdiri tanpa luka, bahkan membuat senjata patah.

Masyarakat Kerinci dalam menampilkan tarian ini di berbagai acara besar, baik di Jambi maupun di luar negeri. Mereka mempertahankan Tari Niti Mahligai sebagai simbol keberanian, identitas budaya, dan penghormatan terhadap roh leluhur.

Berita ini 62 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Rakor Tim Terpadu, Polda Jambi, PT KMH, dan masyarakat bahas penyelesaian konflik pembangunan pintu air Danau Kerinci di Aula Hotel Grand Kerinci.

KERINCI

Tim Terpadu dan Polda Jambi Sepakati Konflik Pintu Air

KERINCI

Bupati Kerinci Audensi Dengan Menhub , Percepatan Akses Transportasi
Alt text: Bupati Monadi memimpin upacara HGN dan HUT PGRI ke-80 di Koto Periang bersama ribuan guru.

KERINCI

Bupati Monadi Pimpin Peringatan HGN dan PGRI Ke-80
kondisi cuacanya terlihat mendung. Langit tampak tertutup awan

KERINCI

BMKG Depati Parbo Kerinci Rilis Prakiraan Cuaca Cerah Berawan
Wakil Bupati Kerinci Murison saat memberikan sambutan di pelantikan pengurus IDI Kerinci dan Sungai Penuh

KERINCI

Murison Dorong Dokter Perkuat Pelayanan Kesehatan Daerah
Truk tronton rem blong masuk jurang di Jalan Lintas Kerinci–Bangko, Batang Merangin, saat olah TKP oleh polisi.

KERINCI

Rem Blong, Truk Masuk Jurang di Batang Merangin

KERINCI

Safari Jumat di Desa Pungut Mudik, Pj. Bupati Asraf Ajak Ciptakan Pilkada Damai
“Kapolsek Kayu Aro meninjau kerusakan Pasar Kersik Tuo.”

KERINCI

Puting Beliung Rusak Pasar Kayu Aro, Kapolsek Imbau Waspada