Beijing, iNBrita.com – Salju deras menyelimuti Beijing pada pertengahan Januari 2026 dan membekukan sebagian Tembok Besar China, sehingga wisatawan mencoba pengalaman unik: berseluncur di atas es.
Menurut Times of India pada Jumat (30/1/2026), pengunjung tetap memilih Tembok Besar sebagai destinasi favorit saat musim salju. Pada 17 Januari 2026, salju menutup beberapa bagian tembok yang menanjak dan menurun hingga menjadi licin. Akibatnya, pengunjung yang awalnya datang untuk trekking mencari cara baru untuk menikmati situs bersejarah itu.
Beberapa wisatawan menuruni turunan es dengan berseluncur, dan menikmati sensasi yang mendebarkan. Sebagian orang bersenang-senang, sementara itu yang lain terpeleset dan jatuh. Fenomena ini membuat aktivitas itu viral di media sosial China, sehingga semakin banyak orang datang untuk menguji adrenalin mereka.
Otoritas setempat mengimbau pengunjung untuk berhati-hati, memakai sepatu antiselip, dan memperhatikan kondisi cuaca. Badan Meteorologi Beijing memprediksi salju ringan akan terus turun hingga 18 Januari, dan mereka juga menyebarkan peringatan gelombang dingin dengan suhu 6–12°C di wilayah tengah dan timur China.
Sejarah Tembok Besar bermula pada masa Qin Shi Huang, sekitar 221 SM. Kaisar Qin menyatukan seluruh wilayah China dan memerintahkan penghancuran tembok lama antar kerajaan seperti Qin, Wei, Zhao, Qi, Yan, dan Zhongshan. Ia kemudian membangun tembok baru di perbatasan utara untuk melindungi kekuasaannya dari serangan bangsa Xiongnu.
Dinasti-dinasti berikutnya, seperti Han, Sui, dan dinasti utara, memperbaiki, memperpanjang, dan meninggikan tembok itu. Kini, Tembok Besar membentang sepanjang sekitar 8.850 km, dan tetap menjadi simbol kekuatan serta sejarah panjang peradaban China.
(vvr)









