Jakarta, iNBrita.com — Industri pariwisata global kini mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya pelancong cenderung mengejar banyak destinasi, sekarang mereka lebih mengutamakan kualitas pengalaman yang personal dan bermakna.
Kitty Chandra, Vice President Business Development Golden Rama Tours & Travel, menyampaikan perubahan ini dalam acara Temu Media di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa wisatawan tidak lagi sekadar berburu tempat, tetapi mulai mencari nilai dari setiap perjalanan.
“Sekarang wisatawan lebih mencari value, bukan hanya banyaknya tempat yang dikunjungi,” ujar Kitty.
Golden Rama mencatat peningkatan aktivitas perjalanan lebih dari 20 persen pada semester pertama 2026. Temuan ini sejalan dengan studi McKinsey & Company yang menunjukkan perubahan preferensi wisatawan global.
Lebih dari 70 persen pelancong kini memprioritaskan pengalaman dibandingkan kepemilikan barang atau jumlah destinasi. Mereka juga tidak lagi bepergian secara impulsif.
Wisatawan kini merencanakan perjalanan dengan lebih matang dan menetapkan tujuan yang jelas. Mereka ingin memahami makna di balik setiap perjalanan.
“Dulu traveler bisa bepergian beberapa kali dalam setahun. Sekarang mereka lebih terencana dan mencari makna dari perjalanan itu,” kata Kitty.
Perubahan ini juga terlihat dari cara wisatawan menikmati destinasi. Meskipun Jepang dan Korea Selatan tetap menjadi tujuan favorit, pelancong kini memilih tinggal lebih lama di satu tempat.
Mereka ingin mengeksplorasi kehidupan lokal yang autentik, bukan hanya mengunjungi lokasi populer.
Kitty menilai perubahan ini mulai menguat sejak pandemi COVID-19 mereda. Kini, wisatawan memandang perjalanan sebagai sarana refleksi diri, bukan sekadar rekreasi.
Minat bepergian pun terus meningkat, bahkan melampaui level sebelum pandemi. Pada 2024, pasar wisata internasional tumbuh sekitar 14 persen, sementara wisata domestik mencapai 20 persen. Memasuki 2025, pertumbuhan sektor ini menjadi lebih stabil di kisaran satu digit.
“Pada 2025, pertumbuhan global tetap meningkat, tetapi lebih stabil. Baik perjalanan internasional maupun domestik berada di sekitar tujuh persen,” ujar Kitty.









