Trump Pecat 4.000 Pegawai Federal Saat Pemerintah Tutup

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Putih

Gedung Putih

WASHINGTON, iNBrita.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat 4.000 pegawai Gedung Putih dan lembaga federal untuk menekan Partai Demokrat agar segera mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown).

Pimpinan Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB), Russell Vought, menyatakan PHK massal ini menimpa ribuan pegawai di berbagai departemen. Dokumen pengadilan yang beredar Jumat (10/10) mencatat pemerintah sudah memecat lebih dari 4.000 pegawai federal, termasuk 1.000 pegawai di Departemen Keuangan serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS).

Baca Juga :  Bentrokan Taliban-Pakistan Meningkat di Wilayah Perbatasan

Trump menegaskan kebijakan itu sebagai upaya memangkas anggaran sekaligus menekan oposisi.
“Sebagian besar yang dipecat berasal dari kubu Demokrat karena mereka yang memicu masalah ini,” kata Trump di Gedung Putih.

Pemimpin Partai Demokrat di Kongres mengecam keputusan tersebut. Mereka menuding Trump melakukan intimidasi politik dan berencana menggugat ke pengadilan.
“Russell Vought memecat ribuan warga Amerika lewat tweet,” ujar Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer. “Trump dan Vought melakukannya karena ingin, bukan karena terpaksa,” tegasnya.

Baca Juga :  Elon Musk Ungkap Rahasia Daya Ingat Kuat

Serikat pekerja federal yang mewakili 800.000 pegawai segera mengajukan gugatan ke pengadilan San Francisco. Mereka menuntut hakim mengeluarkan perintah darurat untuk menghentikan PHK hingga sidang legalitas pada 16 Oktober.

Departemen Keuangan mulai mengirimkan surat PHK kepada pegawai, sementara HHS langsung menonaktifkan pegawai non-esensial sesuai instruksi Trump.
Langkah ini memicu krisis politik di Washington dan memperburuk dampak ekonomi akibat penutupan pemerintahan yang menghentikan banyak layanan publik di Amerika Serikat.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi Perempuan New York
Menteri Israel Kecam Wali Kota Muslim New York
Perampokan Cepat Guncang Museum Louvre di Paris
Indonesia dan Pakistan Perkuat Kerja Sama Dagang 2025
Google Investasi Rp 248 Triliun Bangun Pusat AI India
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Sheikh Hasina
Elon Musk Ungkap Rahasia Daya Ingat Kuat
Krisdayanti Wakili Indonesia dalam Kejuaraan Wushu Internasional
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 November 2025 - 07:00 WIB

Zohran Mamdani Umumkan Tim Transisi Perempuan New York

Rabu, 5 November 2025 - 18:00 WIB

Menteri Israel Kecam Wali Kota Muslim New York

Senin, 20 Oktober 2025 - 06:03 WIB

Perampokan Cepat Guncang Museum Louvre di Paris

Minggu, 19 Oktober 2025 - 20:30 WIB

Indonesia dan Pakistan Perkuat Kerja Sama Dagang 2025

Jumat, 17 Oktober 2025 - 11:21 WIB

Google Investasi Rp 248 Triliun Bangun Pusat AI India

Berita Terbaru

Ilustrasi phishing. ( Foto Pexels)

Nasional

OJK Ungkap Ancaman Phishing terhadap Rekening Nasabah Bank

Senin, 1 Jun 2026 - 16:00 WIB

   Seorang teknisi listrik memeriksa dan melakukan pengecekan pada meteran listrik untuk memastikan instalasi berjalan dengan aman.                                           
(Foto : Dok. PT PLN)

Nasional

Tarif Listrik PLN Stabil Hingga Triwulan Kedua 2026

Senin, 1 Jun 2026 - 15:00 WIB

Foto: United airlines (Travelpulse)

Internasional

United Airlines Kembali ke Newark Karena Ancaman Keamanan

Senin, 1 Jun 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (1/6/2026).

SUNGAI PENUH

WaliKota Alfin Tegaskan Pancasila Fondasi Kemajuan Daerah

Senin, 1 Jun 2026 - 13:00 WIB

(ANTARA FOTO/INDRAYADI TH)

Nasional

Daftar Harga BBM Resmi 1 Juni 2026 Terbaru

Senin, 1 Jun 2026 - 12:00 WIB