Home / Internasional

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:00 WIB

Trump Siap Abaikan Hukum Internasional Demi Kepentingan AS

Foto: Donald Trump (Reuters/Anna Rose Layden)

Foto: Donald Trump (Reuters/Anna Rose Layden)

Jakarta, iNBrita.com  — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia. Dalam wawancara eksklusif dengan The New York Times pada 7 Januari, ia menyatakan bahwa hanya moralitasnya sendiri yang membatasi kekuasaannya sebagai Presiden AS, bukan hukum internasional.

“Satu-satunya hal yang dapat menghentikan saya adalah moralitas saya sendiri, pikiran saya sendiri,” kata Trump. “Saya tidak membutuhkan hukum internasional.” Namun, ia menambahkan bahwa pemerintahannya tetap mematuhi hukum internasional, meskipun dirinya sendiri menentukan kapan hukum itu berlaku bagi AS.

Trump menyampaikan pernyataan ini di tengah kontroversi kebijakan luar negerinya. Sebagai contoh, ia memimpin operasi militer di Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolás Maduro dan merencanakan pengambilalihan Greenland dari Denmark. Selain itu, ia menyinggung keberhasilan serangan AS terhadap program nuklir Iran. Trump menegaskan bahwa ia siap menggunakan kekuatan militer, ekonomi, dan politik untuk mempertahankan dominasi AS.

Baca juga :   Air Kelapa Efektif Cegah Pembentukan Batu Ginjal

Negara-negara Eropa bereaksi keras terhadap pernyataan Trump. Beberapa anggota NATO bahkan memperingatkan bahwa pendekatan Trump dapat mengganggu tatanan dunia berbasis hukum internasional. Sementara itu, Denmark menyoroti isu Greenland dan menyiapkan langkah strategis untuk menanggapi rencana Trump.

Baca juga :   Jonatan Christie Melaju ke Semifinal India Open

Trump menegaskan bahwa ia tidak berniat menyakiti orang lain, tetapi tetap menempatkan kepentingan nasional AS dan kekuatan militernya di posisi utama. Para analis menilai sikap ini menunjukkan bahwa Trump menilai kekuatan nasional lebih penting daripada aturan internasional.

Dengan demikian, melalui wawancara ini, Trump menekankan bahwa ia bersedia mengabaikan norma internasional jika menguntungkan AS. Ia menempatkan moralitas pribadi dan strategi nasional sebagai penentu utama kebijakan global Amerika. (vvr)

Berita ini 14 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan keterangan pers soal kapal Malaysia melewati Selat Hormuz.

Internasional

Iran Izinkan Kapal Malaysia Melewati Selat Hormuz
Jeffrey Epstein dalam foto arsip yang digunakan sebagai ilustrasi berita.

Internasional

Nama Tokoh Indonesia Muncul dalam Dokumen Epstein
Bulan purnama Sturgeon Moon tampak jelas di langit malam

Internasional

Fenomena Langit Agustus 2025, Dari Purnama hingga Meteor
Pemain Arsenal merayakan gol ke gawang Chelsea di semi final Carabao Cup, sementara Paul Merson menilai penampilan The Blues mengecewakan.

Internasional

Chelsea Gagal Ke Final, Merson Kecewa Berat
Kobaran api melanda Mal Gul Plaza, petugas berusaha memadamkan.

Internasional

Kebakaran Mal Karachi Tewaskan 14 Orang, Puluhan Hilang
Salju menutupi pegunungan di Tabuk, Arab Saudi

Internasional

Salju turun menutupi pegunungan utara Arab Saudi
Emas batangan 21 kilogram untuk perbaikan pipa air di Osaka

Internasional

Osaka Terima Sumbangan Emas Perbaiki Pipa Air
Kapal tanker terbakar di perairan Selat Hormuz setelah serangan drone Iran.

Internasional

Iran Tutup Selat Hormuz, Tanker Diserang Drone