Jakarta, iNBrita.com — Cristiano Ronaldo masih menjadi salah satu bintang terbesar dalam sepak bola dunia. Namun, bertambahnya usia mulai memengaruhi kemampuan fisiknya. Kondisi tersebut membuat Ronaldo harus menyesuaikan gaya bermainnya di Al Nassr.
Performa Ronaldo belakangan ini mendapat sorotan. Legenda sepak bola Arab Saudi, Ahmed Otaif, bahkan menilai Al Nassr seperti bermain dengan 10 pemain ketika Ronaldo tampil.
Pelatih Al Nassr, Ange Postecoglou, juga mengambil keputusan berani dalam pertandingan melawan Al Ettifaq pada Rabu (26/8/2026). Ia menarik Ronaldo keluar setelah babak pertama. Meski kehilangan sang megabintang, Al Nassr tetap berhasil mengalahkan Al Ettifaq dengan skor 3-2.
Postecoglou mengatakan dirinya percaya pemain pengganti mampu memberikan perubahan dan energi baru bagi tim.
Usia Memengaruhi Kemampuan Fisik
Usia membuat tubuh atlet mengalami sejumlah perubahan. Ilmuwan olahraga dari Westminster University, Paul Hough, menjelaskan bahwa penuaan terutama memengaruhi kemampuan otot menghasilkan tenaga dengan cepat.
Kondisi tersebut membuat atlet secara bertahap kehilangan daya ledak dan kecepatan. Pemain sepak bola yang dahulu mengandalkan akselerasi harus mencari cara lain untuk tetap memberikan kontribusi kepada tim.
Selain daya ledak, usia juga memengaruhi VO2 max, kemampuan jantung memompa darah, fleksibilitas, serta kecepatan pemulihan tubuh. Atlet juga membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan kondisi setelah menjalani aktivitas fisik berat.
Ronaldo Menyesuaikan Perannya
Ronaldo sudah melakukan perubahan tersebut dalam perjalanan kariernya.
Ketika masih muda, Ronaldo bermain sebagai pemain sayap dan mengandalkan kecepatan serta akselerasi untuk melewati lawan. Kini, ia lebih sering menjalankan peran sebagai penyerang tengah.
Ronaldo tidak lagi mengandalkan sprint sepanjang pertandingan. Ia lebih banyak memanfaatkan pengalaman, kemampuan membaca permainan, dan kecermatan mencari ruang di pertahanan lawan.
Hough menilai perubahan tersebut menunjukkan kemampuan Ronaldo beradaptasi dengan kondisi tubuhnya. Ronaldo memahami bahwa tubuhnya tidak lagi memiliki kemampuan fisik yang sama seperti ketika masih bermain di Real Madrid.
Pengalaman Menjadi Kekuatan Ronaldo
Meski usia memengaruhi kemampuan fisik, Ronaldo tetap memiliki keunggulan sebagai atlet kelas dunia. Ia telah menjalani karier panjang dengan disiplin latihan dan pola pemulihan yang ketat.
Asupan nutrisi yang baik, waktu tidur yang cukup, latihan teratur, serta pemulihan yang tepat membantu Ronaldo menjaga kondisi tubuhnya.
Karena itu, penurunan fisik tidak serta-merta menghilangkan kemampuan Ronaldo untuk tampil kompetitif. Ia hanya perlu memainkan sepak bola dengan cara yang berbeda.
Kini, Ronaldo menghadapi tantangan baru. Ia harus mengandalkan pengalaman, kecerdasan membaca permainan, dan ketajaman di depan gawang untuk menutupi kemampuan fisik yang mulai menurun.
Usia mungkin mengurangi kecepatan Ronaldo, tetapi pengalaman membuatnya memiliki cara lain untuk tetap memberikan pengaruh bagi Al Nassr.
(eny)









