Surabaya, iNBrita.com – Masyarakat kini bisa mengecek posisi desil kesejahteraan keluarga secara online melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Untuk melakukan pengecekan, siapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada KTP. Layanan ini memudahkan warga mengetahui data kesejahteraan keluarga tanpa perlu mendatangi kantor pemerintahan.
Sebelum melihat hasilnya, penting memahami bahwa desil bukan sekadar penanda penerima bantuan sosial. Pemerintah menempatkannya sebagai gambaran posisi relatif kesejahteraan keluarga dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Angka yang lebih kecil menunjukkan posisi kesejahteraan relatif lebih rendah. Sebaliknya, angka yang lebih besar menunjukkan posisi yang lebih tinggi dibandingkan kelompok keluarga lainnya.
Cara cek desil melalui Cek Bansos
Pengecekan bisa dilakukan secara mandiri melalui laman cekbansos.kemensos.go.id.
Ikuti langkah berikut:
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Isi kode captcha yang muncul.
- Klik tombol “CARI DATA”.
- Tunggu sistem menampilkan hasil pencarian.
Setelah proses selesai, layar akan menampilkan informasi yang tersedia, termasuk status penerima manfaat dan posisi desil keluarga.
Layanan tersebut mengambil data dari DTSEN.
BPS menyediakan layanan Cek DTSEN
Selain Cek Bansos, warga bisa memeriksa data melalui layanan Cek DTSEN milik Badan Pusat Statistik (BPS) di dtsen-form.bps.go.id.
BPS bertugas menyusun, mengelola, dan memutakhirkan DTSEN. Karena itu, kanal tersebut juga menjadi salah satu tempat untuk mengecek informasi yang tercatat dalam basis data nasional.
Jika menemukan data diri atau keluarga yang tidak sesuai, warga bisa menyampaikan pembaruan melalui kanal yang tersedia. Pilihannya meliputi Cek Bansos, aplikasi Cek Bansos, layanan Cek DTSEN, atau pemerintah desa dan kelurahan.
Ikuti petunjuk pada laman BPS dengan memasukkan NIK serta informasi lain yang diminta sistem.
Mengenal arti desil 1 hingga 10
Desil menggambarkan posisi relatif kesejahteraan sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya.
DTSEN mengelompokkan keluarga ke dalam 10 tingkatan berdasarkan pemeringkatan sosial dan ekonomi. Setiap kelompok mencakup sekitar 10 persen keluarga.
Desil 1 menempati kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif paling rendah. Posisi tersebut kemudian meningkat secara bertahap hingga desil 10 yang berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Namun, angka tersebut tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai kategori miskin, hampir miskin, atau kaya.
Sebagai contoh, keluarga yang berada pada desil 3 belum tentu memiliki penghasilan maupun kondisi ekonomi yang sama dengan keluarga lain dalam kelompok tersebut.
BPS menggunakan desil sebagai peringkat relatif, bukan sebagai ukuran pasti pendapatan atau kekayaan.
Berbagai faktor ikut menentukan posisi keluarga
Penghasilan bulanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan posisi sebuah keluarga. Pemerintah melihat berbagai karakteristik sosial dan ekonomi secara bersamaan.
Penilaian tersebut mencakup kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, jumlah anggota keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga kondisi disabilitas.
Selanjutnya, pemerintah mengolah berbagai informasi itu dengan metode statistik Proxy Means Test (PMT).
Metode tersebut membantu memperkirakan posisi kesejahteraan relatif berdasarkan karakteristik yang bisa diamati.
Karena prosesnya melibatkan banyak indikator, perubahan satu kondisi saja belum tentu langsung mengubah posisi desil.
Kaitan desil dengan bantuan sosial
Pemerintah menjadikan desil sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial.
Informasi pada laman Cek Bansos Kemensos menyebut keluarga yang masuk desil 1 sampai 4 atau kelompok 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
Sementara itu, keluarga pada desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, posisi dalam kelompok tertentu tidak otomatis menjamin seseorang menerima bantuan. Setiap program memiliki persyaratan serta mekanisme penetapan penerima masing-masing.
Artinya, desil berfungsi sebagai salah satu dasar penentuan sasaran, bukan daftar otomatis penerima bantuan sosial.
Data tidak sesuai? Ajukan pembaruan
Warga yang menemukan ketidaksesuaian data bisa mengajukan pembaruan melalui jalur yang tersedia.
Beberapa pilihan antara lain Cek Bansos Kemensos, aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta layanan Cek DTSEN BPS.
Pengajuan tersebut tidak langsung mengubah posisi desil. Petugas akan memproses informasi yang masuk dalam tahapan pemutakhiran, kemudian sistem menghitung kembali berdasarkan metode yang berlaku.
Hasil pengolahan bisa mempertahankan posisi sebelumnya atau menghasilkan perubahan sesuai kondisi data terbaru.
Posisi desil bisa berubah
Angka desil tidak bersifat permanen. Pemutakhiran DTSEN dan perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dapat memengaruhi posisi dalam pemeringkatan.
Karena itu, warga yang ingin mengetahui informasi terkini sebaiknya melakukan pengecekan melalui kanal resmi pemerintah.
Pada akhirnya, desil hanya menggambarkan posisi relatif kesejahteraan sebuah keluarga. Angka tersebut tidak cukup untuk menjadi satu-satunya dasar dalam menilai kondisi ekonomi seseorang.









